LIVE
USD/IDR…· UST10Y…· KURVA 10Y-2Y…· EMAS…· EMAS/gr…· PERAK…· TEMBAGA…· EUR/USD…· USD/JPY…· USD/CNY…· BTC…· ETH…·
•••
R Rikopedia Research Stock Research & Market Strategy

Core PCE AS Melunak, Emas Menguji Level Kunci 4.250

Core PCE AS melambat ke 0,2% MoM. Simak efek tertahannya yield obligasi AS terhadap harga emas ke 4.250 dan dampaknya ke saham IHSG.


Key Takeaways

  • Core PCE AS Agustus naik 0,2% MoM, lebih rendah dari konsensus 0,3%, dengan laju tahunan bertahan di 3,3%.
  • Headline PCE naik 0,3% MoM sesuai estimasi pasar, dengan tingkat tahunan berada di level 3,7%.
  • Kontrak emas naik hampir US$30 dalam hitungan menit dari 4.222 ke 4.249 sebelum tertahan antrean jual di 4.250.
  • Peta posisi opsi menunjukkan zona negative gamma di batas 4.300 dan 4.150, membuka ruang gerak harga lebih cepat jika salah satu batas ditembus.

Data inflasi acuan The Fed, Core Personal Consumption Expenditures (PCE) periode Agustus, naik 0,2% secara bulanan. Angka ini berada di bawah perkiraan konsensus pasar di 0,3%. Inflasi umum atau headline PCE naik 0,3% MoM, tepat menyamai estimasi. Secara tahunan, laju inflasi berada di level 3,7% untuk headline dan 3,3% untuk core, sama persis dengan angka bulan Juli.

Membaca data ini mirip seperti memeriksa pengeluaran bulanan warung makan. Inflasi umum mencakup belanja cabai, beras, dan minyak goreng yang harganya sering naik-turun musiman. Sedangkan Core PCE adalah biaya pokok seperti sewa ruko, gaji karyawan, dan tagihan listrik. Ketika biaya pokok inti ini cuma bertambah 0,2%, bank sentral membaca tekanan harga dasar mulai reda, kendati belanja pangan dan bahan bakar di tingkat headline masih naik-turun.

Angka Core 0,2% Menahan Tekanan di Pasar Obligasi

Rilis angka inflasi inti yang lebih rendah dari perkiraan langsung menahan kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS. Beberapa pekan terakhir, pasar terbebani defisit anggaran pemerintah AS, kenaikan tarif dagang, dan biaya kebijakan luar negeri yang memperbanyak penerbitan surat utang negara. Saat pasokan utang baru terus bertambah ke pasar, harga obligasi sempat turun dan imbal hasilnya naik karena pembeli meminta imbalan lebih tinggi.

Angka core 0,2% memberi bukti bahwa belanja konsumen tidak lagi mendorong kenaikan harga berlebih. Kondisi ini memperkecil peluang The Fed untuk menaikkan suku bunga lebih agresif pada pertemuan berikutnya. Pelaku pasar merespons dengan memangkas perkiraan kenaikan bunga acuan, sehingga aset tanpa bunga seperti emas langsung mendapat dorongan beli.

Posisi Dealer Gamma Membuka Jalan ke 4.300

Reaksi paling cepat terlihat pada perdagangan kontrak berjangka emas (GC). Hanya dalam tiga menit setelah data keluar, harga emas naik dari 4.222 ke 4.249 sebelum tertahan oleh antrean jual (offers) di level psikologis 4.250.

Melihat struktur transaksi pasar opsi, batas pembalik arah atau gamma flip berada di level 4.167. Posisi dealer opsi di sekitar rentang harga saat ini berada pada zona negative gamma di batas atas 4.300 dan batas bawah 4.150.

Pada kondisi negative gamma, penyedia likuiditas atau bandar opsi terpaksa melakukan lindung nilai (hedging) searah dengan tren harga. Saat harga bergerak naik, mereka wajib membeli kontrak emas di pasar spot untuk menutup risiko posisi mereka. Cara kerjanya mirip pedagang grosir yang terlanjur menjanjikan barang ke pembeli; ketika harga barang mulai naik, pedagang harus segera membeli pasokan tambahan di pasar agar tidak merugi. Aksi beli wajib ini membuat laju kenaikan harga bergerak lebih cepat.

Dengan kondisi ini, penembusan level 4.250 membuka jalan pergerakan emas berlanjut ke area 4.300. Sebaliknya, jika harga berbalik turun dan ditutup di bawah 4.150, emas berisiko melemah menembus batas flip 4.167.

Rupiah Lebih Stabil, Bank Besar dan Tambang Emas Diuntungkan

Meredanya inflasi inti AS mengurangi tekanan jual di pasar modal Indonesia. Saat laju kenaikan yield US Treasury tertahan, selisih imbal hasil antara Surat Berharga Negara (SBN) rupiah dan obligasi AS kembali aman. Kondisi ini menahan keluarnya modal asing (foreign flow) dari pasar keuangan dalam negeri.

Rupiah mendapatkan ruang untuk bergerak lebih stabil terhadap dolar AS. Stabilitas kurs ini menjadi penopang utama untuk saham perbankan berkapitalisasi besar di IHSG seperti BBCA, BBRI, dan BMRI. Bank-bank ini membutuhkan likuiditas valas yang terjaga agar biaya dana (cost of funds) tidak kembali naik akibat pengetatan suku bunga.

Selain sektor perbankan, emiten tambang emas seperti MDKA, ANTM, dan BRMS mendapatkan katalis langsung. Jika harga emas dunia bertahan di atas 4.220 dan menguji level 4.300, rata-rata harga jual (average selling price) emiten tambang emas pada kuartal berjalan akan naik, menopang marjin laba bersih mereka.

Yang Bisa Membatalkan Thesis Ini

Penilaian positif dari melunaknya angka Core PCE ini bertumpu pada rilis data berikutnya: laporan ketenagakerjaan AS (Non-Farm Payrolls) serta pendapatan dan belanja pribadi yang keluar akhir pekan ini. Laju inflasi yang melambat hanya menjadi penopang pasar saham dan emas jika pasar tenaga kerja AS juga menunjukkan pendinginan bertahap.

Bila data tenaga kerja kembali melampaui estimasi dengan pertumbuhan upah yang tetap tinggi, pasar obligasi akan kembali mengantisipasi naiknya inflasi jasa. Jika itu terjadi, indeks dolar AS akan kembali menguat, menekan harga emas ke bawah level 4.150, dan membatasi ruang penguatan IHSG.