Langsung ke konten utama

Hubungan Inflasi Dengan Pasar Saham

Hubungan Inflasi Dengan Pasar Saham

 

Terdapat hubungan yang kompleks antara inflasi dan pasar saham. Secara umum, inflasi dapat mempengaruhi pasar saham secara negatif atau positif tergantung pada sejumlah faktor.

Di satu sisi, inflasi yang tinggi dapat menurunkan daya beli masyarakat dan memperlemah kinerja perusahaan sehingga mengurangi keuntungan dan nilai saham. Selain itu, inflasi yang tinggi juga dapat meningkatkan suku bunga oleh bank sentral untuk menstabilkan perekonomian, yang akan membuat obligasi dan surat utang lainnya lebih menarik dibandingkan investasi di pasar saham. Hal ini dapat menyebabkan investor menjual saham mereka dan beralih ke investasi yang lebih stabil dan aman.

Namun, di sisi lain, beberapa sektor tertentu di pasar saham dapat diuntungkan oleh inflasi yang tinggi. Sebagai contoh, sektor energi dan bahan mentah dapat mengalami kenaikan harga karena biaya produksi yang lebih tinggi dan permintaan yang lebih besar dari pemerintah dan industri. Pada saat yang sama, perusahaan yang memiliki aset fisik seperti properti atau logam berharga, seperti emas, dapat mengalami kenaikan harga karena aset tersebut dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi.

Secara keseluruhan, pengaruh inflasi terhadap pasar saham sangat bergantung pada berbagai faktor seperti tingkat inflasi, suku bunga, sektor saham, dan kondisi makroekonomi secara keseluruhan. Oleh karena itu, investor harus memperhatikan tren inflasi dan mempertimbangkan berbagai faktor sebelum membuat keputusan investasi di pasar saham.

Follow channel telegram Rikopedia untuk dapat update analisa seputar investasi dan trading saham klik (disini    

Postingan populer dari blog ini

Membership Rikopedia

Selamat datang di halaman registrasi membership Rikopedia. Dengan join membership anda akan mendapat bimbingan trading saham dan update informasi yang berkualitas via group WhatsApp.  Kinerja Portofolio Rikopedia dan testimoni member klik  di sini Fasilitas membership detailnya sebagai berikut : Update saham yang masuk dan keluar portofolio Rikopedia .  Fokus trading 3-5 saham.  Analisa saham secara teknikal, fundamental & analisa makro. Update news, Sentimen, Trading plan, Money & risk management. Sharing ilmu dan strategy trading saham berdasarkan pengalaman Rikopedia sejak tahun 2008. Member bisa diskusi dan konsultasi portofolio. Biaya join membership Rp.500,000/Bulan. Bagi anda yang berminat join membership dapat melakukan transfer ke rekening di bawah ini: 1. Bank Mandiri 1440013474108 Rikosiwi sandi Saputro. 2. Bank BCA 7915239226 Rikosiwi sandi Saputro. Membership akan terhitung dari mulai tanggal konfirmasi pembayaran diterima dan aktifasi pertam

Portofolio Rikopedia dan Testimoni Member

Screenshot salah satu portofolio Rikopedia dengan modal awal 500 juta Kinerja Tahun 2018 Kinerja Tahun 2019 Januari February Maret April Mei Juni July  Agustus  September Oktober November  Desember Kinerja Tahun 2020 Tanggal 11 Mei akumulasi BBRI 2250 lot harga 2630 Trading SCMA 27-28 Mei 2020  Tanggal 4 Juni 2020 profit 36 juta dari BBNI Profit 68 Juta dari saham BBNI Profit 37 juta dari saham ELSA Profit 40 juta tanggal 19 Juni 2020  Profit 61 Juta tanggal 3 July 2020                                      Tanggal 19 Oktober 2020 Rikopedia beli BSDE 18361 lot November 2020 Desember 2020 Kinerja Tahun 2021 Januari 2021 Trading ELSA 27 Januari 2021 Bulan February profit 268 juta Bulan Maret minus 5 juta PTBA profit 123 juta BBTN profit 65 juta                                                         Porto