Memasuki 2026, pemerintah Indonesia menyiapkan strategi fiskal yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Setelah periode belanja yang relatif konservatif, APBN 2026 hadir dengan komitmen besar untuk mengangkat daya beli masyarakat dan memulihkan konsumsi rumah tangga—komponen terbesar dalam PDB Indonesia. Tiga program inti menjadi pusat kebijakan populis 2026, dengan total alokasi mencapai: Free Nutritious Meal : Rp335 triliun Social Assistance : Rp167,4 triliun Energy Subsidy : Rp210 triliun ⭐ Total Belanja Populis 2026: Rp712,4 triliun Ini adalah salah satu skala stimulus fiskal terbesar dalam sejarah Indonesia modern. 1. Free Nutritious Meal — Rp335 Triliun Program makan bergizi ini akan mencapai 82,9 juta penerima , mencakup: Pelajar SD–SMA Ibu hamil Lansia dan kelompok rentan Selain bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan, program ini memiliki dampak ekonomi langsung: 📌 Efek ekonomi: Meningkatkan permintaan makanan, minuman, dan produk consumer staples Me...
Selama satu dekade terakhir, pasar saham Indonesia mengalami tren yang kurang bersahabat: valuasi yang terus tertekan, ROE yang menurun, dan efisiensi perusahaan yang stagnan. Kita sedang memasuki fase yang disebut “TSR Improvement Narrative” , yaitu kondisi ketika valuasi murah bertemu momentum perbaikan kinerja perusahaan. Ini kombinasi langka yang biasanya memicu rally besar 6–12 bulan ke depan . Berikut penjelasan lengkapnya. 1. Kenapa Indonesia Siap Mengalami Value Unlocking? Selama 10–15 tahun terakhir: PBV saham Indonesia terus menurun ROE emiten turun Banyak perusahaan berada dalam kondisi net cash ROE lebih rendah dari cost of equity (COE) Dengan kata lain, perusahaan Indonesia kurang efisien dalam mengelola modal. Tapi justru dari ketidakefisienan inilah muncul ruang besar untuk perbaikan . Ketika valuasi rendah dan ROE mulai membaik, biasanya pasar mengalami re-rating atau kenaikan valuasi signifikan. Dan sekarang kondisinya sudah sem...