China cetak trade surplus $1,2 triliun di 2025. Negara berkembang dapat harga murah, tapi industrialisasi mereka terancam. Ini analisis makroekonominya. China membukukan goods trade surplus sekitar $1,2 triliun di 2025…
Artikel & Analisa Terbaru
PMI Global Menguat, Tapi Saham Masih Layak Beli?
ISM Manufacturing AS tembus 55.6, tertinggi sejak 2022. Tapi dengan inflasi di 5.1% dan yield 30-tahun di level 2007, apakah equities masih worth it? ISM Manufacturing AS untuk Juli 2026 naik 2.3 poin ke 55.6 — angka te…
Gold Tembus $5.100, AI Picu Rotasi Besar di Pasar Global
Outlook pasar global Agustus 2026: gold menuju $5.115, MSCI EM diprediksi naik 14%, sementara AI memicu rotasi besar antara software vs hardware. Apa artinya bagi investor? Ada yang menarik dari peta pasar global saat i…
INTP Laba Melesat 31% YoY, Valuasi Masih Murah?
Net profit INTP naik 31.8% yoy di 2Q26, volume tumbuh kuat, dan management naikkan guidance. Tapi apakah valuasinya masih menarik di harga Rp4.800? Net profit Indocement (INTP) di 2Q26 datang lebih kuat dari ekspektasi …
INKP: Karawang Mulai Jalan, Tapi Ada yang Tertahan
Pabrik Karawang INKP mulai berkontribusi, tapi cash build-up tertahan investasi $1 miliar. Seberapa kuat momentum 2H26? Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) akhirnya mulai memperlihatkan kontribusi nyata dari ekspansi bes…
SCMA 2Q26: Laba Naik 37% YoY, Tapi Ada Catatan
Laba SCMA naik 37% YoY di 2Q26, tapi margin terkompresi signifikan secara kuartalan. Seberapa kuat fundamental bisnis iklan Surya Citra Media? Surya Citra Media ($SCMA) membukukan net profit IDR229 miliar di 2Q26 — naik…
BBNI 2Q26: Laba Tumbuh, Tapi NIM Makin Tertekan
BBNI cetak laba 1H26 IDR10,8 triliun, tapi NIM guidance dipangkas dan funding cost mulai menggerogoti margin. Masih layak beli di level ini? BBNI membukukan net profit 2Q26 sebesar IDR5,1 triliun — turun 10% QoQ tapi na…
BBNI: Laba Tumbuh, Tapi NIM Makin Tertekan
BBNI cetak laba 1H26 Rp10,8 triliun, tumbuh 7% yoy. Tapi NIM turun dan likuiditas makin ketat — apa artinya buat investor? BBNI membukukan net profit Rp5,1 triliun di 2Q26, turun 10% secara kuartalan tapi naik 8% yoy. S…
GDP Indonesia 5,3%: Puncak Sudah Lewat?
Real GDP Indonesia 2Q26 tumbuh 5,3% yoy, tapi sinyal moderasi makin jelas. Fiscal impulse melemah di 2H26, konsumsi stagnan — apa artinya bagi pasar? Real GDP Indonesia di kuartal kedua 2026 tercatat tumbuh 5,3% yoy — a…
PMI Naik, Tapi Rupiah & Defisit Masih Jadi Bom Waktu
PMI manufaktur Indonesia kembali ke zona ekspansi di Juli 2026, tapi trade deficit, yield SBN yang melonjak, dan ketidakpastian kepemimpinan BI bikin outlook tetap berat. PMI manufaktur Indonesia akhirnya kembali ke ata…
PDB Indonesia 2Q26: Kuat, Tapi Fondasinya Rapuh?
PDB Indonesia tumbuh 5,29% YoY di 2Q26, melampaui konsensus. Tapi di balik angka itu, ada ketergantungan fiskal yang perlu dicermati investor. GDP Indonesia di kuartal kedua 2026 tumbuh 5,29% YoY — melampaui konsensus p…
EMAS: Tambang Emas Terbesar Asia-Pasifik Mulai Berproduksi
Pani Gold Project milik EMAS sudah mulai produksi dengan target 100-115koz di 2026. Earnings CAGR 64% hingga 2029 — ini yang perlu dicermati investor. Kalau ada satu saham di sektor mining yang layak diikuti serius tahu…