Setiap kali yield UST 10Y kembali bergerak di atas area 4,3%, pasar mulai membaca satu pola yang menarik: Trump terlihat kembali melunakkan narasi terhadap Iran. Bukan berarti konflik benar-benar selesai. Tapi setiap kali tekanan dari pasar obligasi meningkat, narasi yang muncul dari Gedung Putih cenderung bergeser ke arah harapan negosiasi, potensi deal, atau sinyal de-eskalasi. Ini penting karena dalam konflik Iran saat ini, pasar tidak hanya membaca rudal, kapal tanker, atau Selat Hormuz. Pasar juga membaca yield obligasi AS sebagai alarm politik. Ketika yield naik terlalu tinggi, biaya pinjaman ikut naik, ekspektasi suku bunga tetap ketat, pasar saham mulai gelisah, dan risiko inflasi kembali menghantui konsumen AS. Meskipun ekspektasi inflasi mulai turun karena narasi de-eskalasi, pasar obligasi belum sepenuhnya percaya. US 10Y yield masih berada di atas level sebelum konflik, sementara ekspektasi suku bunga masih mencerminkan skenario higher for longer , dengan T...
Laba MEDC Melejit Triple Digit: Sinyal Bahwa Sektor Migas Masih Jadi Hedge Terbaik Saat Harga Minyak Tinggi
Kinerja PT Medco Energi Internasional Tbk. atau MEDC pada kuartal I/2026 kembali menunjukkan satu hal penting: ketika harga energi global naik, emiten migas dengan eksposur upstream biasanya menjadi salah satu penerima manfaat paling langsung. Pada kuartal I/2026, MEDC mencatatkan laba bersih US$67,38 juta atau sekitar Rp1,16 triliun . Angka ini melonjak 282,34% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$17,62 juta . Kenaikan laba MEDC ini bukan hanya karena operasional membaik, tetapi juga karena kombinasi antara harga energi yang lebih tinggi, kontribusi entitas asosiasi, dan momentum positif dari sektor migas global. Kinerja Q1/2026 MEDC: Pendapatan Naik, Laba Meledak Pendapatan MEDC pada kuartal I/2026 mencapai US$668,30 juta , naik 19,24% YoY dari US$560,47 juta pada kuartal I/2025. Kontributor utama masih berasal dari bisnis migas. Pendapatan kontrak penjualan migas tumbuh...