Langsung ke konten utama

Postingan

Menguasai Psikologi Trading: Dari FOMO ke Probability Mindset

Menguasai Psikologi Trading.  Tahukah Anda bahwa tingkat kesuksesan seorang trader di pasar keuangan kurang dari 5%? Banyak pemula yang terjun ke dunia trading dengan harapan menemukan indikator atau strategi magis yang bisa mendatangkan jutaan dolar dengan instan. Kenyataannya, tantangan terbesar dan paling menentukan dalam trading sama sekali bukanlah pada analisis teknikal, melainkan pada psikologi. Berikut adalah pelajaran psikologi trading terpenting yang akan membantu Anda membangun mindset seorang pemenang. Ubah Pola Pikir Anda Menjadi Probabilitas ( Probability Mindset )   Otak manusia pada dasarnya dirancang untuk selalu ingin mengontrol hasil dan merasa "benar" demi bertahan hidup, namun di pasar saham, Anda sama sekali tidak bisa mengontrol hasil akhir. Trader sukses melepaskan pola pikir mencari kepastian ini dan beralih menggunakan probability mindset (pola pikir probabilitas), yang berarti mereka memandang trading seperti sedang melempar koin. Mereka menyada...
Postingan terbaru

Double Warning! Moody’s & S&P Kompak Naikkan Alarm Risiko Indonesia

  Setelah Moody’s mengubah outlook Indonesia menjadi negative, kini giliran S&P Global Ratings ikut memberi peringatan. Beban bunga utang sudah mendekati atau melewati batas aman (15% dari pendapatan negara), sementara penerimaan negara belum kuat. Defisit juga hampir menyentuh batas 3% PDB. Ketika sovereign risk naik dampaknya. Global fund manager kurangi exposure, EM allocation dipindah ke negara dengan narasi lebih kuat, Passive fund keluar. Asing akan cenderung defensive atau net sell

Proyeksi Pasar: Mengapa JCI (IHSG) Berpeluang Naik di Tengah Bayang-Bayang MSCI?

Kabar baik bagi para investor pasar modal Indonesia! Meskipun sempat ada kekhawatiran terkait peringatan dari MSCI (Morgan Stanley Capital International), Indeks Harga Saham Gabungan (JCI/IHSG) diproyeksikan memiliki peluang untuk naik dalam waktu dekat. Apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana strategi investasi yang tepat menyikapi hal ini? Mari kita bedah lebih dalam. Langkah Cepat Regulator Menjadi Katalis Positif Peluang kenaikan JCI ini sangat didukung oleh inisiatif regulasi yang sedang berjalan di Bursa Efek Indonesia (BEI) paska peringatan dari MSCI. Regulator tidak tinggal diam dan telah menyiapkan beberapa inisiatif utama yang beberapa di antaranya merupakan standar praktik global terbaik: Kewajiban pelaporan kepemilikan saham di atas 1%  (turun dari sebelumnya 5%). Perluasan data pemegang saham KSEI  dari yang saat ini hanya 9 jenis investor menjadi 27 atau lebih kategori investor. Langkah ini diyakini akan membantu MSCI mendapatkan angka  free float  (s...

IHSG di Lower End Cycle? Outflow Sudah Lampaui Pola Krisis Historis

Rata-rata outflow dana asing historis US$5.5bn. Saat ini sudah US$6bn+. Outflow saat ini sudah setara atau lebih besar dari rata-rata krisis sebelumnya. Artinya pasar saham Indonesia kemungkinan sudah dekat lower end of outflow cycle.

Energy Sector Tembus All-Time High

  Energy Sector Tembus All-Time High. Energy Select Sector ETF (XLE) tembus resistance besar yang menahan harga hampir 18 tahun. Breakout dari base 18 tahun sinyal perubahan siklus (structural regime shift) di sektor energi. XLE adalah ETF sektor energi dalam indeks S&P 500 yang berisi raksasa seperti Exxon, Chevron, dll representasi kapital besar sektor energi AS. Reminder  Pola Historis Commodity Bull Market adalah Rotasi, Bukan Naik Serentak. Dalam commodity bull market, leadership selalu berpindah. Pertama monetary hedge dulu, Gold naik lebih dulu(respon ke QE, real yield turun, distrust sistem). Kedua lanjut ke industrial metals seperti Copper, nickel, aluminium (pricing economic recovery). Terakhir energy Oil (supply constraint + geopolitik + demand)

Bank of America (BofA) : Trade Oil, Own Gold dan Akhir Era US Exceptionalism.

Pasar global sedang memasuki fase yang sangat berbeda dibanding 2024–2025. Jika dua tahun terakhir pasar hanya mengenal satu tema AI leadership dan dominasi Mag7 — maka 2026 mulai memperlihatkan sesuatu yang lebih dalam yaitu Rotasi kepemimpinan, Perubahan arus dana global, Dan risiko geopolitik yang kembali menjadi katalis utama harga aset. Michael Hartnett (BofA) merangkumnya dengan sederhana: “Rock the geopolitics = trade oil, own gold.” Mari kita bedah secara sistematis. Reversal Kepemimpinan Pasar: Dari AI ke Hard Assets Tahun 2024–2025 : • Long Mag7 • Long semis • Long software growth • Long AI narrative Tahun 2026 : • Long energy • Long staples • Long banks (adopters) • Short software (disrupted) Tech, financials, dan telco menyumbang 56% bobot S&P 500 . Jika sektor ini breakdown (terutama di bawah 200DMA), indeks bisa menjadi sangat rapuh karena terlalu top-heavy. Sejarah 90 Tahun: Siapa Pemenang Saat Geopolitik Mel...

Dari Gold ke Oil: Membaca Peta Rotasi dalam Commodity Supercycle

  Kinerja aset Year-to-Date (YTD). Sektor energi paling unggul ya. Pola Historis Commodity Bull Market = Rotasi, Bukan Naik Serentak. Dalam commodity bull market, leadership SELALU berpindah. Pertama monetary hedge dulu, Gold naik lebih dulu(respon ke QE, real yield turun, distrust sistem).  Kedua lanjut ke industrial metals seperti Copper, nickel, aluminium (pricing economic recovery). Terakhir energy Oil (supply constraint + geopolitik + demand).

Risiko Geopolitik Memuncak

  World Uncertainty Index tertinggi dalam sejarah. World Uncertainty Index tertinggi dalam sejarah. Polymarket memberi >60% peluang AS menyerang Iran sebelum 31 Maret. Strait of Hormuz = chokepoint 20% oil global. Jika perang harga oil bakal meroket

Ultimatum Trump, Pengepungan Militer, dan Risiko Perang yang Bisa Mengguncang Pasar Global

Ketegangan antara  Donald Trump  dan  Iran  kembali memasuki fase paling berbahaya. Retorika keras, pengerahan armada militer, hingga ancaman pembalasan rudal jarak jauh membuat dunia bertanya: apakah ini sekadar tekanan negosiasi, atau benar-benar menuju perang terbuka? Bagi pelaku pasar, ini bukan sekadar isu geopolitik. Ini adalah variabel risiko sistemik. Ultimatum 10–15 Hari dan Strategi “Maximum Pressure” Dalam pidatonya, Trump memberikan ultimatum singkat kepada Iran. Pernyataan seperti “bad things will happen” bukan sekadar retorika politik dalam bahasa militer, itu sering diartikan sebagai sinyal kesiapan operasional. Strategi yang digunakan konsisten dengan pendekatan  maximum pressure : Sanksi ekonomi diperketat Tekanan diplomatik ditingkatkan Demonstrasi kekuatan militer diperlihatkan secara terbuka Tujuannya memaksa Iran bernegosiasi dari posisi lemah. Namun sejarah menunjukkan, tekanan ekstrem sering memicu respons asimetris. Pengepungan Militer: K...