Langsung ke konten utama

Postingan

Bank of America (BofA) : Trade Oil, Own Gold dan Akhir Era US Exceptionalism.

Pasar global sedang memasuki fase yang sangat berbeda dibanding 2024–2025. Jika dua tahun terakhir pasar hanya mengenal satu tema AI leadership dan dominasi Mag7 — maka 2026 mulai memperlihatkan sesuatu yang lebih dalam yaitu Rotasi kepemimpinan, Perubahan arus dana global, Dan risiko geopolitik yang kembali menjadi katalis utama harga aset. Michael Hartnett (BofA) merangkumnya dengan sederhana: “Rock the geopolitics = trade oil, own gold.” Mari kita bedah secara sistematis. Reversal Kepemimpinan Pasar: Dari AI ke Hard Assets Tahun 2024–2025 : • Long Mag7 • Long semis • Long software growth • Long AI narrative Tahun 2026 : • Long energy • Long staples • Long banks (adopters) • Short software (disrupted) Tech, financials, dan telco menyumbang 56% bobot S&P 500 . Jika sektor ini breakdown (terutama di bawah 200DMA), indeks bisa menjadi sangat rapuh karena terlalu top-heavy. Sejarah 90 Tahun: Siapa Pemenang Saat Geopolitik Mel...
Postingan terbaru

Dari Gold ke Oil: Membaca Peta Rotasi dalam Commodity Supercycle

  Kinerja aset Year-to-Date (YTD). Sektor energi paling unggul ya. Pola Historis Commodity Bull Market = Rotasi, Bukan Naik Serentak. Dalam commodity bull market, leadership SELALU berpindah. Pertama monetary hedge dulu, Gold naik lebih dulu(respon ke QE, real yield turun, distrust sistem).  Kedua lanjut ke industrial metals seperti Copper, nickel, aluminium (pricing economic recovery). Terakhir energy Oil (supply constraint + geopolitik + demand).

Risiko Geopolitik Memuncak

  World Uncertainty Index tertinggi dalam sejarah. World Uncertainty Index tertinggi dalam sejarah. Polymarket memberi >60% peluang AS menyerang Iran sebelum 31 Maret. Strait of Hormuz = chokepoint 20% oil global. Jika perang harga oil bakal meroket

Ultimatum Trump, Pengepungan Militer, dan Risiko Perang yang Bisa Mengguncang Pasar Global

Ketegangan antara  Donald Trump  dan  Iran  kembali memasuki fase paling berbahaya. Retorika keras, pengerahan armada militer, hingga ancaman pembalasan rudal jarak jauh membuat dunia bertanya: apakah ini sekadar tekanan negosiasi, atau benar-benar menuju perang terbuka? Bagi pelaku pasar, ini bukan sekadar isu geopolitik. Ini adalah variabel risiko sistemik. Ultimatum 10–15 Hari dan Strategi “Maximum Pressure” Dalam pidatonya, Trump memberikan ultimatum singkat kepada Iran. Pernyataan seperti “bad things will happen” bukan sekadar retorika politik dalam bahasa militer, itu sering diartikan sebagai sinyal kesiapan operasional. Strategi yang digunakan konsisten dengan pendekatan  maximum pressure : Sanksi ekonomi diperketat Tekanan diplomatik ditingkatkan Demonstrasi kekuatan militer diperlihatkan secara terbuka Tujuannya memaksa Iran bernegosiasi dari posisi lemah. Namun sejarah menunjukkan, tekanan ekstrem sering memicu respons asimetris. Pengepungan Militer: K...

IHSG Tertinggal dalam Rotasi Global: Ketika Dunia Mengejar AI, ASEAN Kehilangan Narasi

Dalam beberapa bulan terakhir, arus modal global bergerak sangat selektif. Dana asing belum kembali ke  IHSG , bahkan mencatatkan net outflow year-to-date. Ini bukan semata soal valuasi atau fundamental jangka pendek — ini soal  narasi global . Pasar hari ini digerakkan oleh  big themes . Dan ASEAN, termasuk Indonesia, belum menjadi bagian dari cerita besar tersebut. 1️⃣ Dunia Bergerak oleh Tema Besar: AI & Technology Leadership Arus dana global saat ini terkonsentrasi pada negara yang dianggap menjadi pemimpin dalam revolusi AI dan teknologi. NVIDIA  menjadi simbol era AI. Taiwan Semiconductor Manufacturing Company  dan Korea Selatan menikmati capital inflow karena posisi strategis mereka dalam supply chain chip global. Korea dan Taiwan dipersepsikan sebagai  AI infrastructure backbone . Global fund manager berburu exposure pada: Semiconductor Data center Cloud infrastructure Advanced manufacturing ASEAN? Belum masuk dalam rantai nilai AI tingkat atas....

Gertakan atau Genderang Perang? Jika AS–Iran Meletus, Siapa Untung dan Siapa Hancur?

  Risiko yang diantisipasi pasar adalah jika AS jadi perang dengan Iran. Dampaknya pasar bakal crash, oil dan gold bakal naik. Inflasi bakal naik, siklus penurunan suku bunga selesai bahkan bisa pivot suku bunga naik. Dari history trump tipe presiden yang tidak suka perang, Tidak suka inflasi tinggi, tidak suka harga oil naik dan tidak suka suku bunga tinggi. Apakah penumpukan pasukan AS di timur tengah cuma gertakan supaya iran mau negosiasi or memang persiapan perang habis2an? Yang pasti jika terjadi perang AS vs Iran pasar saham global bakal crash lagi. Yang diuntungkan saham oil related dan gold

Hard Assets Rotation: Mengapa Goldman Sachs Melihat Metals Bisa “High for Longer”?

  Awal 2026 ditandai reli kuat di pasar komoditas. Namun menurut laporan riset komoditas terbaru dari  Goldman Sachs  (8 Februari 2026), kenaikan ini bukan semata karena fundamental supply–demand. Faktor yang lebih dominan adalah  rotasi investor ke hard assets . Di tengah ketidakpastian makro, geopolitik, dan kekhawatiran terhadap stabilitas fiskal global, investor mulai meningkatkan alokasi ke aset riil seperti emas, tembaga, dan minyak. Dan karena struktur pasar komoditas relatif kecil, efeknya terhadap harga menjadi sangat besar. 1️⃣ Pasar Komoditas Sangat Kecil → Efek Harga Bisa Eksplosif Data Goldman menunjukkan bahwa: Open interest pasar copper global sekitar  135 kali lebih kecil  dibanding outstanding US Treasuries. Sektor natural resources hanya sekitar  5% dari S&P 500 . Artinya, ketika dana institusi dalam jumlah besar melakukan diversifikasi kecil saja ke komoditas, dampaknya terhadap harga bisa signifikan. Ini bukan hanya soal fundame...