Ketegangan antara Donald Trump dan Iran kembali memasuki fase paling berbahaya. Retorika keras, pengerahan armada militer, hingga ancaman pembalasan rudal jarak jauh membuat dunia bertanya: apakah ini sekadar tekanan negosiasi, atau benar-benar menuju perang terbuka? Bagi pelaku pasar, ini bukan sekadar isu geopolitik. Ini adalah variabel risiko sistemik. Ultimatum 10–15 Hari dan Strategi “Maximum Pressure” Dalam pidatonya, Trump memberikan ultimatum singkat kepada Iran. Pernyataan seperti “bad things will happen” bukan sekadar retorika politik dalam bahasa militer, itu sering diartikan sebagai sinyal kesiapan operasional. Strategi yang digunakan konsisten dengan pendekatan maximum pressure : Sanksi ekonomi diperketat Tekanan diplomatik ditingkatkan Demonstrasi kekuatan militer diperlihatkan secara terbuka Tujuannya memaksa Iran bernegosiasi dari posisi lemah. Namun sejarah menunjukkan, tekanan ekstrem sering memicu respons asimetris. Pengepungan Militer: K...
Dalam beberapa bulan terakhir, arus modal global bergerak sangat selektif. Dana asing belum kembali ke IHSG , bahkan mencatatkan net outflow year-to-date. Ini bukan semata soal valuasi atau fundamental jangka pendek — ini soal narasi global . Pasar hari ini digerakkan oleh big themes . Dan ASEAN, termasuk Indonesia, belum menjadi bagian dari cerita besar tersebut. 1️⃣ Dunia Bergerak oleh Tema Besar: AI & Technology Leadership Arus dana global saat ini terkonsentrasi pada negara yang dianggap menjadi pemimpin dalam revolusi AI dan teknologi. NVIDIA menjadi simbol era AI. Taiwan Semiconductor Manufacturing Company dan Korea Selatan menikmati capital inflow karena posisi strategis mereka dalam supply chain chip global. Korea dan Taiwan dipersepsikan sebagai AI infrastructure backbone . Global fund manager berburu exposure pada: Semiconductor Data center Cloud infrastructure Advanced manufacturing ASEAN? Belum masuk dalam rantai nilai AI tingkat atas....