Langsung ke konten utama

Postingan

EM Foreign Fund Flows

  Di tengah meroketnya Emerging Markets awal 2026, ASEAN justru tidak menjadi tujuan utama aliran dana global. Memang ada marginal inflow , tetapi sifatnya lemah dan tidak merata. Bahkan Indonesia masih mencatat outflow , memperpanjang tren underperformance relatif terhadap MSCI EM. Investor global saat ini kesulitan melihat katalis ekonomi/politik/teknologi untuk ASEAN. Saat ini pasar global bergerak oleh tema besar AI & Technology leadership (Korea, Taiwan), China earnings recovery, India structural growth story, Diversifikasi dari US. ASEAN, termasuk Indonesia, belum punya narasi kuat.
Postingan terbaru

Rasio S&P 500 terhadap emas (SPX/Gold)

Rasio ini mengukur berapa ounce emas yang setara dengan nilai indeks saham AS. Cara bacanya Jika rasio naik, artinya saham mengalahkan emas. Jika rasio turun, artinya emas lebih unggul dibanding saham. Saat ini, rasio tersebut turun ke sekitar 1.37 — bahkan menembus level historis penting 1.54 yang sudah menjadi pivot sejak 1929. Biasanya ketika emas rally kuat terjadi saat Ketidakpastian meningkat,  Likuiditas mengetat, Risiko sistemik membesar. Sejarah menunjukkan, ketika SPX/Gold breakdown besar terjadi, sering kali itu menandai fase transisi besar seperti 1930-an (Great Depression), 1970-an (stagflasi), 2000 (dotcom bubble), 2008 (krisis finansial) Apakah kali ini emas hanya terlalu cepat naik? Atau justru saham yang belum bereaksi terhadap perubahan risiko? Dalam intermarket analysis, ketika hard asset mulai mengalahkan financial asset, pasar sedang memberi sinyal bahwa stabilitas mulai dipertanyakan.

Apakah lonjakan harga komoditas bisa menyelamatkan APBN Indonesia di tahun 2026?

  Apakah lonjakan harga komoditas bisa menyelamatkan APBN Indonesia di tahun 2026? Sekitar 20% penerimaan negara Indonesia terkait komoditas, harga komoditas jadi faktor krusial untuk fiskal 2026. Secara historis, ketika harga komoditas ekspor naik 10%, penerimaan negara dari sektor komoditas bisa naik sekitar 8%. Kalau dikonversi ke angka, kenaikan harga 10% bisa menambah sekitar Rp90 triliun penerimaan negara.  Masalahnya pemerintah justru membatasi output. Output Batubara dipotong -20%, Nikel dipangkas -34%. Estimasi total output komoditas kena pajak turun sekitar -15% Indonesia gudangnya komoditas, Jika tahun ini ada commodity boom Indonesia bakal diuntungkan.. USD anjlok potensi memicu commodity boom lagi. Data history performance IHSG & Rupiah saat ada siklus commodity boom vs saat harga komoditas turun. Intermarket analysis : Korelasi IHSG dengan harga komoditas sangat besar ya.

Puncak Euforia atau Awal Rotasi Besar?

  Grafik berikut menunjukkan pola berulang dalam sejarah pasar AS setiap kali bobot 10 saham terbesar mencapai level ekstrem, fase tersebut sering mendekati puncak siklus. Saat ini konsentrasi S&P 500 berada di level tertinggi, sehingga kinerja indeks sangat bergantung pada segelintir mega-cap. Terlihat kuat di permukaan, tetapi breadth pasar menyempit. Padahal bull market yang sehat biasanya ditopang partisipasi luas sektor siklikal, small–mid caps, value, dan growth bergerak bersama. Setiap kali indikator ini melonjak ekstrem, itu terjadi berdekatan dengan fase puncak besar pasar Great Depression (1930-an), Dominasi AT&T / GM / IBM, Nifty Fifty (1970-an), Dot-com bubble (2000), GFC (2008), Covid era (2020), Dan sekarang level tertinggi dalam sejarah modern Pertanyaannya berikutnya kemana arus modal berikutnya mengalir jika pasar saham AS crash? Biasanya, saat positioning sudah terlalu terkonsentrasi, sedikit perubahan sentimen saja bisa memicu perpindahan besar. Aset ya...

The Next Great Rotation: Dari AI Mania ke Pergeseran Besar Pasar Global

  Selama dua tahun terakhir, dunia investasi dipimpin oleh satu narasi besar: AI supercycle . Magnificent 7 naik tanpa henti. Capex hyperscalers meledak. Valuasi teknologi kembali ke zona euforia. Namun sejarah mengajarkan satu hal, Setiap kepemimpinan sekular suatu aset pada akhirnya akan berputar. Crypto sudah memberi sinyal lebih dulu. Bitcoin turun 50% dari puncaknya akibat likuidasi leverage besar-besaran. Risk appetite mulai retak. Satu katalis saja bisa memicu rotasi besar & katalis itu kemungkinan adalah Pemotongan capex AI oleh hyperscaler. Jika perusahaan teknologi besar mulai mengurangi belanja AI karena biaya modal naik atau permintaan melambat, maka narasi “AI tanpa batas” bisa runtuh dalam sekejap. Utang nasional AS terus melonjak. Pemerintah perlu menerbitkan lebih banyak obligasi. Yield jangka panjang sulit turun tanpa intervensi. Jika cost of capital naik, capex AI bisa dikurangi. Jika capex dipotong, valuasi growth harus dikoreksi. Di sinilah rotasi dimul...

Tatanan Dunia Lama Runtuh — Kita Masuk Era Great Power Politics

Ray dallio kembali mengingatkan dunia: post-1945 world order is over. Dalam pernyataannya setelah Munich Security Conference 2026, sejumlah pemimpin Eropa dan Amerika secara terbuka mengakui bahwa tatanan dunia lama telah runtuh. Dalio menyebut kita telah memasuki Stage 6 dalam “Big Cycle” — fase kekacauan global ketika kekuatan lebih menentukan daripada aturan. Bagi investor dan pelaku pasar, ini bukan sekadar isu geopolitik. Ini adalah pergeseran struktur global yang berdampak langsung pada arus modal, mata uang, komoditas, dan pasar saham. Apa Itu Stage 6 dalam Big Cycle? Dalam buku  Principles for Dealing with the Changing World Order , Dalio menjelaskan siklus panjang naik-turunnya kekuatan global. Siklus ini terdiri dari fase: 1. Kebangkitan & kemakmuran 2. Puncak kekuatan 3. Utang meningkat 4. Konflik internal membesar 5. Rival eksternal mengejar 6. Disorder & great power conflict Stage 6 adalah fase ketika tidak ada lagi aturan global yang...