Harga minyak anjlok $35 dari puncaknya dalam sehari. Penurunan terjadi setelah pernyataan Donald Trump yang menyebut operasi militer terhadap Iran hampir selesai, sehingga risiko gangguan pasokan minyak global dinilai mulai mereda. Selain itu, G7 sedang membahas kemungkinan pelepasan cadangan minyak strategis untuk menstabilkan pasar juga jadi katalis penurunan harga minyak tadi malam Menurut pendapat Rikopedia Trump takut dengan potensi meroketnya inflasi, Operasi militer di Iran tidak secepat di venezuela. Oil anjlok = Saham rebound Trump estimasi tidak suka harga oil tinggi karena akan memicu naiknya inflasi dan suku bunga The Fed harus naik saat inflasi naik. Harga oil harus turun ke range 60-70 lagi supaya inflasi tetap jinak. Oil naik => Inflasi naik => Suku bunga naik => Bunga utang naik => Tidak menguntungkan buat AS Zona Aman Harga Minyak bagi Ekonomi Indonesia Harga minyak di bawah $80 per barel masih dianggap sebagai zona aman bagi perekonomian Indon...
Lonjakan harga minyak global tidak hanya berdampak pada inflasi dan biaya energi, tetapi juga berpotensi memberikan tekanan besar terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia. Indonesia saat ini masih sangat bergantung pada impor energi. Dengan ketergantungan impor minyak yang mencapai sekitar 65–68% dari total kebutuhan energi , setiap kenaikan harga minyak dunia langsung mempengaruhi beban fiskal pemerintah. Asumsi APBN dan Risiko Kenaikan Harga Minyak Dalam perencanaan APBN, pemerintah biasanya menggunakan asumsi harga minyak tertentu sebagai dasar perhitungan. Misalnya jika asumsi harga minyak berada di sekitar $70 per barel , maka setiap kenaikan harga minyak di atas level tersebut akan meningkatkan kebutuhan subsidi energi. Jika harga minyak global melonjak hingga $100 per barel , dampaknya terhadap APBN bisa sangat signifikan. Perkiraan dampaknya antara lain: Tambahan kebutuhan subsidi energi: sekitar Rp236 triliun Ta...