Awal 2026 ditandai reli kuat di pasar komoditas. Namun menurut laporan riset komoditas terbaru dari Goldman Sachs (8 Februari 2026), kenaikan ini bukan semata karena fundamental supply–demand. Faktor yang lebih dominan adalah rotasi investor ke hard assets . Di tengah ketidakpastian makro, geopolitik, dan kekhawatiran terhadap stabilitas fiskal global, investor mulai meningkatkan alokasi ke aset riil seperti emas, tembaga, dan minyak. Dan karena struktur pasar komoditas relatif kecil, efeknya terhadap harga menjadi sangat besar. 1️⃣ Pasar Komoditas Sangat Kecil → Efek Harga Bisa Eksplosif Data Goldman menunjukkan bahwa: Open interest pasar copper global sekitar 135 kali lebih kecil dibanding outstanding US Treasuries. Sektor natural resources hanya sekitar 5% dari S&P 500 . Artinya, ketika dana institusi dalam jumlah besar melakukan diversifikasi kecil saja ke komoditas, dampaknya terhadap harga bisa signifikan. Ini bukan hanya soal fundame...
Rikopedia Research
Analisis Saham Menggunakan Pendekatan Teknikal, Fundamental, dan Makroekonomi