LIVE
BTC· ETH· BNB· SOL· XRP· ADA· DOGE· USD/IDR· EUR/USD· USD/JPY· USD/SGD·
•••
R Rikopedia Research Stock Research & Market Strategy

Gold Bull Market: Belajar dari Koreksi 49% Era 1970-an

Koreksi tajam pada harga emas baru-baru ini—berkisar 27% dari level rekor mendekati $5,595—memicu keraguan di kalangan investor mengenai keberlanjutan tren bullish komoditas ini. Namun, jika berkaca pada sejarah, koreksi dalam skala seperti ini bukanlah anomali, melainkan karakteristik bawaan dari sebuah secular bull market.

Sebagai perbandingan historis, sepanjang periode 1973 hingga 1980, emas mencatatkan kenaikan luar biasa dari sekitar $65 hingga puncaknya di $850, atau menguat lebih dari 1.200%. Di balik reli fantastis tersebut, perjalanan harga emas tidak pernah linier. Emas harus melewati fase drawdown yang sangat menyakitkan: penurunan 29% pada tahun 1973, koreksi 26% pada tahun 1974, dan puncaknya adalah brutal decline sebesar hampir 49% yang berlangsung selama hampir dua tahun dari akhir 1974 hingga 1976. Terakhir, terjadi koreksi lanjutan sebesar 23% pada tahun 1978.

Investor yang melakukan panic selling saat kejatuhan 49% di pertengahan dekade tersebut melewatkan fase advance berikutnya, di mana harga emas meroket hingga 8 kali lipat menuju puncak tahun 1980.

Secara fundamental, mekanisme pasar saat ini memiliki kemiripan dengan era 1970-an. Kita berada di tengah repricing rezim moneter global, di mana inflasi bersifat struktural ketimbang siklikal, disertai ketidakpastian hubungan antara bank sentral dengan US Dollar. Kendati demikian, faktor makro ini tidak membebaskan emas dari violent positioning washouts ketika real yields mengalami rebound atau ketika pasar derivatif (paper market) menjadi terlalu padat (crowded).

Tentu saja ada perbedaan signifikan hari ini, salah satunya adalah bank sentral global kini bertindak sebagai pembeli bersih (net buyers), berbeda dengan era 70-an ketika mereka cenderung menjadi penjual.

Poin pentingnya adalah bahwa drawdown antara 25% hingga 50% secara historis konsisten dengan secular bull market emas yang masih utuh. Oleh karena itu, koreksi harga saat ini tidak memberikan petunjuk pasti mengenai arah akhir tren. Pada akhirnya, position sizing yang disiplin—bukan sekadar keyakinan buta—yang akan menentukan investor mana yang mampu bertahan hingga target jangka panjang tercapai.