Indosat (ISAT) menunjukkan performa solid pada paruh pertama tahun ini, memicu manajemen untuk melakukan upgrade pada guidance pertumbuhan revenue dan EBITDA menjadi near double-digit. Langkah ini berjalan beriringan dengan capex acceleration yang difokuskan pada ekspansi infrastruktur masa depan.
Kinerja bottom-line ISAT mencatatkan earnings beat. Headline net profit pada 2Q26 melonjak 2.8x YoY menjadi Rp2,8 triliun, didorong oleh gain dari fiber asset disposal sebesar Rp1,0 triliun. Tanpa memperhitungkan keuntungan non-operasional tersebut, core net profit tumbuh 80% YoY menjadi Rp1,8 triliun, memenuhi 58% dari estimasi konsensus setahun penuh.
Top-line growth ditopang oleh pertumbuhan mobile revenue sebesar 13% YoY, yang didorong oleh ARPU expansion sebesar 20% YoY meskipun terjadi sedikit subscriber churn. Sementara itu, data traffic tumbuh 2% QoQ dengan sedikit kontraksi pada data yield sebesar 1%.
Salah satu growth driver baru yang menarik perhatian adalah segmen GPUaaS (GPU-as-a-Service). Pada 1H26, GPUaaS berhasil mengantongi revenue sebesar USD 33 juta, mendekati target awal setahun penuh sebesar USD 50-60 juta. Untuk mendukung momentum ini, manajemen menaikkan capex guidance sebesar 77% menjadi Rp23 triliun (USD 1,3 miliar), dengan alokasi utama untuk deployment 5G FWA dan infrastruktur GPUaaS sebesar USD 628 juta di tahun 2026. Ekspansi GPUaaS ini ditargetkan menghasilkan recurring revenue sebesar USD 330 juta mulai tahun 2027 dengan proyeksi IRR di atas 20%.
Dari sisi likuiditas, fiber asset sale-and-leaseback menghasilkan net proceeds sebesar Rp11,7 triliun. Manajemen mengonfirmasi bahwa dana tersebut tidak akan dibagikan sebagai special dividend, melainkan dialokasikan kembali untuk memperkuat struktur permodalan dan mendanai belanja modal yang agresif.
Dengan momentum pertumbuhan mobile revenue yang resilient dan efisiensi monetisasi dari capex spektrum yang baru diakuisisi, prospek pertumbuhan jangka panjang ISAT dinilai solid. Berdasarkan valuasi DCF, target harga ISAT dipertahankan pada level Rp2.800 per lembar saham. Pada harga penutupan saat ini di Rp1.950, ISAT ditransaksikan pada P/E 10.4x dan EV/EBITDA 3.7x untuk estimasi tahun 2026, menawarkan risk-to-reward ratio yang atraktif.