Mitra Adiperkasa (MAPI) membukukan kinerja keuangan kuartal kedua 2026 (2Q26) yang solid, berhasil mencatatkan earnings beat di atas estimasi konsensus. NPATMI pada 2Q26 tercatat sebesar Rp587 miliar, tumbuh 20% y/y meskipun mengalami penurunan musiman sebesar 6% q/q. Secara akumulatif, NPATMI sepanjang paruh pertama 2026 (1H26) mencapai Rp1,2 triliun, tumbuh 26% y/y. Angka ini telah merepresentasikan 50% hingga 53% dari proyeksi setahun penuh, sebuah pencapaian di atas tren historis mengingat performa MAPI biasanya mencapai puncaknya pada kuartal keempat.
Pertumbuhan penjualan MAPI pada 2Q26 mencapai 16% y/y, ditopang oleh pasar domestik yang tumbuh 14% y/y serta ekspansi pasar luar negeri yang melesat 24% y/y. Menariknya, momentum pertumbuhan ini tetap terjaga kuat meskipun kontribusi dari produk digital dengan margin rendah mengalami penurunan, dan adanya pergeseran musim belanja Lebaran yang sepenuhnya jatuh pada kuartal pertama tahun ini.
Dari sisi profitabilitas, gross margin MAPI terjaga stabil di level 41,2%. Secara q/q, margin kotor menunjukkan perbaikan yang didorong oleh berkurangnya porsi penjualan iPhone yang memiliki margin tipis. Namun, terdapat tekanan minor dari sisi operasional akibat kenaikan opex yang sedikit lebih tinggi dari perkiraan, sehingga menghasilkan opex to sales ratio sebesar 32,9% (-1bps y/y).
Berdasarkan segmen bisnis, specialty stores non-MAPA (fashion dan digital) mencatatkan pertumbuhan tercepat sebesar 19% y/y. Kinerja ini diikuti oleh MAPA yang tumbuh 15% y/y dan lini department stores sebesar 17% y/y. Di sisi lain, segmen F&B masih tertinggal dengan pertumbuhan 8% y/y, meskipun divisi ini menjadi satu-satunya yang mencatatkan pertumbuhan positif secara q/q karena faktor low base effects.
Meskipun konsensus diperkirakan akan merevisi naik proyeksi laba bersih MAPI pasca rilis laporan keuangan ini, reaksi harga saham diperkirakan akan cenderung terbatas (muted). Hal ini dipengaruhi oleh selesainya proses Mandatory Tender Offer (MTO) perseroan. Pada tingkat harga saat ini di Rp1.470 yang berada di atas target harga teoritis Rp1.270, eksposur investasi pada grup ini dinilai lebih menarik jika diakses melalui anak usahanya, MAPA.