LIVE
BTC· ETH· BNB· SOL· XRP· ADA· DOGE· USD/IDR· EUR/USD· USD/JPY· USD/SGD·
•••
R Rikopedia Research Stock Research & Market Strategy

Kinerja ASII 2Q26: Sektor Otomotif Menjadi Penopang Utama

Astra International (ASII) membukukan NPATMI sebesar IDR 6,7 triliun pada 2Q26, tumbuh 14% secara quarter-on-quarter (q/q) meskipun masih melemah 26% secara year-on-year (y/y). Secara kumulatif, 1H26 NPATMI mencapai IDR 12,5 triliun (turun 22% y/y), merepresentasikan sekitar 43% dari estimasi konsensus untuk setahun penuh.

Meskipun terlihat ada penurunan secara tahunan, hasil ini tergolong earnings beat jika mengecualikan dampak one-off items dari anak usahanya, United Tractors (UNTR). Tanpa dampak one-off impairment tersebut, core earnings ASII diperkirakan mendekati IDR 8 triliun, sekitar 10% di atas estimasi quarterly run rate konsensus yang berada di kisaran IDR 7,3 triliun.

Pendorong utama performa kuartal kedua ini adalah bisnis otomotif (auto business) yang mencatatkan NPATMI IDR 3,5 triliun, melonjak 19% y/y dan 50% q/q. Pertumbuhan ini ditopang oleh segmen manufaktur roda empat (4W), di mana Astra Daihatsu Motor (ADM) mencatatkan kenaikan net margin menjadi 7% dibanding 5,5% pada 1Q26 dan 4,6% pada 2Q25. Kenaikan margin ini didorong oleh peningkatan volume penjualan domestik Astra sebesar 9% y/y serta ekspor industri yang tumbuh 4% y/y.

Di segmen finansial, terdapat pertumbuhan EBIT yang solid sebesar 10%. Namun, pertumbuhan NPATMI di sektor ini agak tertinggal di level 6,5%, yang diduga akibat adanya sedikit kenaikan pada pencadangan (provisioning).

Dari sisi capital allocation, ASII berkomitmen menjaga double-digit Total Shareholder Return (TSR) dalam 5 tahun ke depan. Komitmen ini diperkuat dengan rencana share buyback senilai IDR 8 triliun (sekitar USD 450 juta) untuk setahun ke depan, setara dengan 30 hari Average Daily Trading Volume (ADTV).

Secara keseluruhan, pemulihan margin di segmen otomotif memberikan sentimen positif bagi pergerakan harga saham ASII di pasar, meskipun konsensus belum melakukan revisi proyeksi akibat terhambat dampak one-off impairment pada unit bisnis alat berat mereka.