PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) membukukan kinerja kuartal II 2026 yang lebih resilient dibandingkan ekspektasi di tengah tekanan makro dan pelemahan konsumsi. Laba kuartalan mencapai Rp587 miliar, tumbuh 20% secara tahunan meski turun 6% secara kuartalan. Angka tersebut melampaui konsensus sebesar 42% dan proyeksi UBS sebesar 57%.
Operating profit tercatat Rp970 miliar, naik 14% YoY tetapi terkoreksi 8% QoQ. Net revenue meningkat 16% YoY menjadi Rp11,86 triliun, dengan kontraksi terbatas sebesar 3% dari kuartal sebelumnya. Gross profit mencapai Rp4,88 triliun, tumbuh 15% YoY dan relatif stabil secara kuartalan. Gross margin juga mengalami ekspansi sekitar 140 basis poin QoQ, menandakan pengelolaan inventory, pricing, dan product mix yang efektif.
Secara semesteran, revenue dan laba semester I 2026 masing-masing tumbuh 24% dan 26% YoY. Keduanya berada 13% dan 17% di atas konsensus. Perbaikan foot traffic mulai terlihat pada Mei dan Juni, didukung rangkaian long weekend serta libur sekolah. Sportswear menjadi pendorong utama, terutama dari segmen Apparel, sedangkan Fashion & Beauty dan Digital mencatat pertumbuhan lebih cepat dibandingkan MAPI Active. Bisnis Food & Beverage masih tertahan oleh pelemahan daya beli, tetapi margin tetap terjaga melalui inventory management yang disiplin.
Ekspansi regional ikut memperkuat growth profile. Vietnam mencatat pertumbuhan revenue tertinggi dengan kenaikan lebih dari 40% YoY pada kuartal II dan semester I. Kontribusi ini mengurangi ketergantungan terhadap pasar domestik ketika consumer spending Indonesia belum sepenuhnya pulih.
Manajemen mempertahankan guidance 2026 berupa pertumbuhan revenue high-single-digit, gross margin 39–40%, EBIT margin sekitar 9%, serta inventory days 125–126 hari. Dengan realisasi semester pertama yang kuat, terdapat ruang earnings upgrade apabila momentum penjualan bertahan dan margin tidak tertekan oleh promosi.
Meski fundamental mendukung rerating terbatas, katalis harga saham lebih bersifat event-driven. MAPI sedang menjalani proses mandatory tender offer dengan harga Rp1.550 per saham, sama dengan target harga 12 bulan. Dibandingkan harga Rp1.470, potensi upside hanya sekitar 5,4%, sehingga rating tetap Neutral. Valuasi 2026 berada di sekitar 1,5 kali PBV dengan net debt to EBITDA 0,2 kali, sementara EPS diproyeksikan meningkat dari Rp141 pada 2026 menjadi Rp161 pada 2027.