LIVE
BTC· ETH· BNB· SOL· XRP· ADA· DOGE· USD/IDR· EUR/USD· USD/JPY· USD/SGD·
•••
R Rikopedia Research Stock Research & Market Strategy

Membaca Arah Kinerja DSNG di Tengah Tekanan Margin

PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) menunjukkan resiliensi yang menarik sepanjang semester pertama 2026. Di tengah ketidakpastian makro, pelemahan Rupiah, dan kenaikan biaya input, perseroan berhasil membukukan pertumbuhan bottom-line yang solid. Laba bersih tumbuh 7.8% YoY menjadi Rp 986 miliar, meskipun pertumbuhan top-line relatif moderat di angka 3.4% YoY dengan total pendapatan Rp 6.29 triliun.

Segmen Palm Oil masih menjadi motor utama kinerja, menyumbang hampir 90% dari total revenue. Menariknya, pertumbuhan ini dicapai saat produksi Fresh Fruit Bunches (FFB) turun 4.8% YoY menjadi 1.04 juta ton akibat program replanting dan normalisasi pola musim. Kinerja operasional terselamatkan oleh kenaikan Average Selling Price (ASP) CPO yang mencapai Rp 14.94 juta per ton, ditopang oleh sentimen implementasi mandat biodiesel B50 per Juli 2026 serta ketatnya suplai minyak nabati global. Selain itu, efisiensi pabrik kelapa sawit membaik dengan naiknya Oil Extraction Rate (OER) menjadi 23.51% dan penurunan kadar Free Fatty Acid (FFA).

Dari sisi biaya, DSNG menghadapi margin pressure. Gross profit stagnan di Rp 1.95 triliun dengan gross margin menyusut dari 32.2% menjadi 31.1%. Kenaikan biaya ini dipicu oleh pembelian FFB eksternal yang lebih mahal, kenaikan harga pupuk, serta dampak pelemahan Rupiah terhadap biaya energi dan bahan baku. Namun, tekanan di tingkat operasional ini berhasil dimitigasi oleh strategi deleveraging yang agresif. Total liabilitas turun hampir 5%, memperkuat struktur modal dan menopang pertumbuhan laba bersih melalui penurunan beban bunga.

Sementara itu, segmen Wood Products masih menjadi beban akibat lesunya pasar ekspor, dengan penurunan pendapatan sebesar 14% YoY. Volume penjualan engineered flooring merosot tajam hingga 64% YoY, meskipun ada sinyal pemulihan secara kuartalan (QoQ). Di sisi lain, lini Renewable Energy tampil menjanjikan dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 60% YoY, didorong oleh peningkatan kapasitas ekspor Palm Kernel Shell dan wood pellet dari fasilitas baru.

Memasuki paruh kedua 2026, prospek DSNG terlihat lebih menjanjikan. Pola musiman produksi FFB yang biasanya lebih kuat di semester kedua, dipadu dengan neraca keuangan yang lebih sehat, memberikan ruang bagi perseroan untuk menangkap peluang dari tren kenaikan harga CPO global.