Pertamina Geothermal Energy (PGEO) menunjukkan performa top-line yang kuat sepanjang paruh pertama 2026. Kendati demikian, tekanan biaya operasional mulai membayangi profitabilitas kuartalan perusahaan panas bumi ini.
Pada 2Q26, PGEO membukukan revenue sebesar USD 118 juta, tumbuh 14,6% YoY. Pertumbuhan ini ditopang oleh kenaikan net generation sebesar 12,2% YoY, di mana electricity generation melonjak 26,4% YoY untuk mengompensasi penurunan tipis pada steam generation. PLN terpantau meningkatkan penyerapan listrik dari sumber alternatif menyusul ketatnya pasokan batu bara dan gas. Dari sisi aset, Lumut Balai menjadi kontributor pertumbuhan tertinggi dengan lonjakan revenue 128% YoY berkat mulai beroperasinya Lumut Balai Unit 2 secara komersial. Secara kumulatif, revenue 6M26 mencapai USD 235 juta, mencerminkan 52% dari estimasi konsensus setahun penuh.
Namun, akselerasi top-line ini harus dibayar dengan kenaikan struktur biaya. Cash opex melonjak 62,3% YoY pada kuartal kedua, didorong oleh kenaikan personnel expenses sebesar 27,9% YoY serta kenaikan biaya G&A sebesar 28,6% YoY. Akibatnya, EBITDA margin terkompresi cukup dalam menjadi 73,8% dibandingkan 81,5% pada 2Q25. Kenaikan D&A sebesar 17% YoY seiring kapitalisasi proyek baru juga menekan operating margin menjadi 44%.
Tekanan pada margin operasional tersebut berimbas pada PATAMI 2Q26 yang turun 5% YoY menjadi USD 36 juta. Beruntung, bottom-line terselamatkan oleh pos non-operating, khususnya FX gain sebesar USD 2 juta, berbalik dari posisi FX loss USD 5 juta pada periode yang sama tahun lalu. Secara akumulatif, PATAMI 6M26 masih tumbuh solid 15,5% YoY menjadi USD 80 juta, atau setara dengan 51,5% dari konsensus.
Prospek PGEO di paruh kedua 2026 diperkirakan tetap stabil. Sebagai penyedia baseload renewable energy yang andal, permintaan dari PLN diproyeksikan tetap konsisten. Hal ini menjaga peluang perseroan untuk mencapai target guidance PATAMI FY26 di kisaran USD 150 juta hingga USD 160 juta. Dengan target price teoritis di level Rp1.600, saham ini menawarkan upside potensial yang menarik bagi investor jangka panjang yang mencari eksposur di sektor green energy.