LIVE
BTC· ETH· BNB· SOL· XRP· ADA· DOGE· USD/IDR· EUR/USD· USD/JPY· USD/SGD·
•••
R Rikopedia Research Stock Research & Market Strategy

Prospek BBCA: Loan Growth Solid dan Potensi Rebound NIM

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan net profit sebesar Rp29,5 triliun pada H1 2026, tumbuh 2% YoY dan 1% QoQ. Pencapaian ini setara dengan 49% dari konsensus setahun penuh, sejalan dengan rata-rata historis 5 tahun sebesar 48%. Meskipun revenue growth cenderung flat akibat kompresi Net Interest Margin (NIM) sebesar 50 bps secara YoY menjadi 5,3% pada H1 2026, akselerasi loan growth pada kuartal kedua memberikan sinyal positif untuk kinerja H2 2026 dan 2027.

Pertumbuhan kredit (loan growth) melonjak 4% QoQ (8% YoY, 4% YTD), yang merupakan kinerja Q2 terkuat sejak 2022. Pendorong utama akselerasi ini adalah segmen wholesale loans yang tumbuh 6% QoQ, didorong oleh permintaan korporasi di sektor IT, power plant (termasuk infrastruktur AI dan data center), serta sektor mineral. Sementara itu, segmen SME dan konsumer tumbuh moderat sebesar 2% QoQ. Dengan momentum ini, loan growth BBCA diperkirakan mampu mencapai batas atas dari guidance manajemen yang dipatok pada kisaran 8-10%.

Dari sisi profitabilitas, NIM mengalami penurunan 10 bps QoQ menjadi 5,3% pada H1 2026 akibat efek transmisi dari penurunan suku bunga acuan sebelumnya. Namun, yield untuk kredit korporasi mulai menunjukkan kenaikan masing-masing sebesar 15 bps dan 19 bps MoM pada Mei dan Juni. Portofolio kredit baru juga disalurkan dengan yield 50-100 bps lebih tinggi. Manajemen tetap mempertahankan guidance NIM di level 5,4-5,6% untuk keseluruhan tahun 2026, mengindikasikan adanya potensi rebound NIM pada paruh kedua tahun ini. Di sisi lain, Cost of Credit (CoC) membaik dari 60 bps menjadi 40 bps QoQ karena perbaikan kualitas kredit di sektor otomotif.

Dengan fundamental yang solid dan prospek pemulihan margin, target harga (price target) BBCA dipertahankan pada Rp7.150 dengan rating Buy. Target ini ditranslasikan ke dalam valuasi P/BV sebesar 2,7x dan P/E sebesar 14,4x untuk estimasi tahun 2027. Asumsi valuasi menggunakan Gordon Growth Model dengan tingkat ROE jangka panjang di 20% dan pertumbuhan berkelanjutan sebesar 8%.