Bank Central Asia (BBCA) membukukan net profit sebesar Rp29,5 triliun pada H126, tumbuh 2% YoY dan 1% QoQ. Pencapaian ini setara dengan 49% dari konsensus setahun penuh, sejalan dengan rata-rata historis 5 tahun sebesar 48%. Meskipun revenue growth cenderung flat akibat margin compression—dengan Net Interest Margin (NIM) turun 50 bps YoY menjadi 5,3% di H126—akselerasi loan growth di kuartal kedua menjadi katalis positif utama.
BBCA mencatat loan growth sebesar 4% QoQ (+8% YoY, +4% YTD) pada Q226, menandai pertumbuhan kuartalan terkuat sejak 2022. Pendorong utama pertumbuhan ini adalah segmen wholesale loans yang tumbuh 6% QoQ, ditopang oleh permintaan kredit sektor swasta untuk investasi di sektor IT, power plant (terutama AI dan data center), serta sektor mineral. Sementara itu, segmen SME dan consumer tumbuh moderat sebesar 2% QoQ. Dengan momentum ini, BBCA diperkirakan mampu mencapai batas atas dari guidance loan growth tahunan sebesar 8-10%.
Dari sisi profitabilitas, NIM mengalami penurunan sebesar 10 bps QoQ akibat repricing bunga pinjaman yang lebih rendah pada awal tahun. Namun, tren pemulihan mulai terlihat di akhir semester pertama. Yield kredit korporasi meningkat masing-masing sebesar 15 bps dan 19 bps MoM pada Mei dan Juni. Portofolio kredit baru di Q226 juga disalurkan dengan yield 50-100 bps lebih tinggi dibanding portofolio lama. Ditambah dengan kenaikan yield SRBI sebesar lebih dari 250 bps YTD menjadi 7,7%, Net Interest Income (NII) diperkirakan tumbuh lebih kuat di H226. Manajemen mempertahankan guidance NIM FY26 di level 5,4-5,6%, yang mengimplikasikan target NIM H226 berada di kisaran 5,5-5,9%.
Kualitas aset tetap terjaga dengan Cost of Credit (CoC) turun dari 60 bps menjadi 40 bps secara QoQ, didorong oleh perbaikan kualitas kredit di sektor otomotif. Secara kumulatif, CoC H126 berada di level 50 bps, berada di batas bawah guidance tahunan sebesar 50-60 bps.
Valuation BBCA menggunakan Gordon Growth Model menghasilkan target price sebesar Rp7.150. Asumsi yang digunakan mencakup risk-free rate 7%, equity risk premium 5,75%, dan sustainable ROE sebesar 20%. Target price ini mengimplikasikan P/B 2,7x dan P/E 14,4x untuk estimasi tahun 2027 (2027E).