LIVE
BTC· ETH· BNB· SOL· XRP· ADA· DOGE· USD/IDR· EUR/USD· USD/JPY· USD/SGD·
•••
R Rikopedia Research Stock Research & Market Strategy

US Siap Intervensi Yen: Sinyal Akhir Carry Trade?

Pasar valuta asing (FX) global bersiap menghadapi volatilitas tinggi menyusul langkah tidak biasa dari US Treasury. Otoritas keuangan Amerika Serikat tersebut dilaporkan telah memberikan sinyal kepada lembaga perbankan untuk bersiap menghadapi potensi intervensi di pasar Yen (JPY). Pesan yang disalurkan melalui Federal Reserve Bank of New York ini meminta para pelaku pasar untuk stand ready for future action.

Langkah ini menandai rencana intervensi pertama AS terhadap mata uang Jepang sejak 2011. Sinyal dari US Treasury ini muncul hanya berselang satu hari setelah otoritas moneter Jepang melakukan operasi pasar masif dengan menggelontorkan dana sekitar USD 53 miliar dalam satu hari—intervensi mata uang terbesar dalam sejarah Jepang—untuk menyelamatkan Yen dari level terendah dalam empat dekade terakhir.

Kolaborasi kebijakan antara Tokyo dan Washington ini langsung memicu aksi jual pada pasangan mata uang USD/JPY. Dari perspektif teknikal, USD/JPY mengalami sharp sell-off dari area resistansi di kisaran 164 hingga menyentuh level terendah sejak pertengahan Mei di kisaran 158. Meskipun sempat terjadi technical rebound, rilisnya laporan mengenai keterlibatan Fed dalam potensi intervensi ini kembali menekan USD/JPY ke area bawah.

Bagi pasar global, intervensi skala besar ini membawa implikasi serius terhadap yen carry trade. Selama ini, rendahnya suku bunga di Jepang menjadikan Yen sebagai mata uang pendanaan (funding currency) favorit untuk membeli aset-aset berimbal hasil tinggi di negara lain. Penguatan Yen yang cepat akibat intervensi langsung berisiko memicu unwinding posisi carry trade secara massal, yang pada gilirannya dapat memicu volatilitas di pasar ekuitas global dan aset berisiko lainnya.

Langkah US Treasury ini mengonfirmasi bahwa pelemahan Yen yang terlalu dalam tidak lagi hanya menjadi masalah domestik Jepang, melainkan telah menjadi perhatian stabilitas sistem keuangan global. Pelaku pasar kini mengantisipasi apakah intervensi bersama (coordinated intervention) ini akan dilakukan secara aktif di pasar spot atau sekadar verbal intervention untuk meredam spekulasi jangka pendek.