LIVE
BTC· ETH· BNB· SOL· XRP· ADA· DOGE· USD/IDR· EUR/USD· USD/JPY· USD/SGD·
•••
R Rikopedia Research Stock Research & Market Strategy

Analisis Kinerja 2Q26 TLKM: EBITDA Beat vs Margin B2C

PT Telkom Indonesia Persero Tbk (TLKM) membukukan kinerja keuangan kuartal kedua 2026 (2Q26) yang melampaui ekspektasi pasar. Langkah efisiensi biaya operasional berhasil mendorong pertumbuhan profitabilitas di tengah ketatnya persaingan industri telekomunikasi.

TLKM mencatatkan earnings beat dengan pertumbuhan top-line sebesar 4% qoq atau 6% yoy. Akumulasi pendapatan sepanjang paruh pertama 2026 (1H26) tumbuh 4% yoy, berada di atas target setahun penuh (FY guidance) manajemen yang dipatok di kisaran 1-3%, sekaligus merepresentasikan 51% dari konsensus.

Ekspansi Margin EBITDA Didorong Efisiensi Opex

Disiplin biaya menjadi motor utama peningkatan profitabilitas kuartal ini. Opex ex-D&A turun 3% qoq, meskipun naik tipis 1% yoy. Hal ini mendorong EBITDA grup tumbuh 8% qoq dan 9% yoy, dengan margin EBITDA mencapai 50.4% (naik sekitar 210bps qoq dan 60bps yoy).

Dari sisi alokasi modal, TLKM juga merealisasikan program share buyback senilai Rp886 miliar (sekitar USD 50 juta) sepanjang 2Q26, yang memberikan sentimen positif bagi struktur permodalan perseroan.

Divergensi Kinerja B2C dan B2B

Meskipun kinerja konsolidasi solid, terdapat perbedaan performa yang cukup kontras antar segmen:

  • Segmen B2C (Telkomsel): Pendapatan tumbuh sehat sebesar 2% qoq dan 7% yoy. Namun, margin EBITDA B2C justru tertekan (margin compression) ke level 46.4% dari sebelumnya 47.5% pada 1Q26.
  • Segmen B2B ICT: Menjadi penyelamat pertumbuhan EBITDA grup secara kuartalan. Segmen ini mencatat pembalikan kinerja (turnaround) dengan membukukan EBITDA sebesar Rp1,5 triliun, dibandingkan posisi negatif pada 1Q26. Pendapatan B2B ICT melonjak signifikan hingga 45% qoq dan 28% yoy.

Catatan Kritis dan Prospek Saham

Beberapa poin penting yang perlu dicermati pelaku pasar adalah keberlanjutan (sustainability) dari perbaikan margin segmen B2B ICT yang dinilai cukup volatil. Selain itu, terdapat lonjakan pada pos other payables dari Rp451 miliar menjadi sekitar Rp25 triliun yang membutuhkan penjelasan lebih rinci dari manajemen.

Secara keseluruhan, rilis kinerja ini diperkirakan memicu revisi naik (upward revision) terhadap estimasi pendapatan konsensus untuk sisa tahun ini. Reaksi pasar jangka pendek terhadap harga saham diproyeksikan bergerak positif. Saat ini, rekomendasi untuk TLKM berada pada rating Neutral dengan target price di level Rp2.800 per lembar saham.