LIVE
BTC· ETH· BNB· SOL· XRP· ADA· DOGE· USD/IDR· EUR/USD· USD/JPY· USD/SGD·
•••
R Rikopedia Research Stock Research & Market Strategy

Arus Dana Juli 2026: Siapa Beli Apa?

Data ownership Juli 2026 memberikan sinyal yang cukup menarik: setelah beberapa bulan berturut-turut investor aktif memilih raise cash dan berlindung di saham defensif, ada rotasi yang mulai terlihat ke arah higher-beta — terutama di sektor financials dan metals. Ini bukan rally, tapi pergeseran posisi yang worth dicermati.

Investor lokal melakukan rotasi yang lebih tersebar. Penambahan terbesar ada di BBCA (+0,46pp dari AUM), ASII (+0,42pp), AMMN (+0,37pp), TPIA (+0,33pp), dan TLKM (+0,22pp). Kombinasi dari large underweight terhadap indeks dan fundamental narrative yang masih intact menjadi alasan di balik ini. Sumber dananya? Sebagian besar dari trimming posisi di MAPI (−0,87pp), yang memang sedang dalam proses Mandatory Tender Offer (MTO).

Di sisi asing, konsentrasinya jauh lebih sempit. Hampir separuh dari total penambahan asing masuk ke BBCA saja (+1,37pp) — angka yang cukup mencolok. Sisanya tersebar ke TLKM (+0,23pp), AMMN (+0,19pp), dan BRPT (+0,18pp). Meski ada sedikit pemulihan dari Juni, active foreign AUM masih sekitar 42% di bawah puncaknya pada September 2024 (USD 39 miliar vs USD 67 miliar). Equity masih dalam kondisi net outflow secara keseluruhan, jadi jangan terlalu terburu-buru menafsirkan ini sebagai pembalikan tren.

Dari sisi reksa dana (Fund Fact Sheet Juni 2026), cash level reksa dana lokal naik lagi ke 10% dari AUM (IDR 3,5 triliun, +0,3pp month-on-month). AUM reksa dana saham turun 8% MoM, dan penurunan ini hampir seluruhnya disebabkan oleh performa pasar — bukan redemption besar-besaran. NAV per unit turun 7,2%, sementara outstanding units hanya turun 1,1%. Artinya, investor ritel tidak panik jual; mereka menahan posisi.

Dalam top 10 holdings reksa dana, saham yang paling banyak ditambahkan adalah TINS (+15 funds), AMMN (+15), dan KLBF (+11). Sebaliknya, MAPI (−10), HRTA (−9), dan ADMR (−8) menjadi yang paling banyak dikurangi. Rotasi ke metals dan energy cukup jelas terbaca dari data ini.

Yang paling relevan untuk forward-looking view: kombinasi dari selling pressure asing yang mulai mereda dan cash level lokal yang tinggi menciptakan setup yang lebih favorable dari sisi risk-reward. Ketika willing sellers sudah mulai habis, downside menjadi lebih terbatas. Saham-saham yang masuk dalam kategori beaten-down value dengan earnings story yang masih solid menjadi kandidat menarik — di antaranya BBRI, BBCA, KLBF, ICBP, AMRT, AMMN, ANTM, AKRA, dan TAPG.

Foreign net outflow Juli tercatat sekitar USD 0,5 miliar, membaik signifikan dibanding Juni yang mencapai USD 1,4 miliar. Ini bukan berarti asing sudah balik badan, tapi intensitas jualnya jelas berkurang. Dalam konteks pasar yang sudah tertekan cukup dalam, perbaikan marginal seperti ini bisa cukup untuk menggeser sentimen jangka pendek.