Bitcoin mencetak minggu terbaiknya dalam lima pekan terakhir — naik lebih dari 4% dan sempat menyentuh level di atas $65.000. Yang menarik, rally ini terjadi bukan di kondisi ideal, melainkan di tengah dua sentimen negatif sekaligus.
Pertama, penundaan Clarity Act — regulasi yang selama ini dinantikan industri kripto sebagai kerangka hukum yang lebih jelas untuk aset digital. Ketidakpastian regulasi biasanya cukup untuk menekan harga, tapi pasar kali ini merespons berbeda. Kedua, ada laporan eksploitasi besar pada Coldcard wallets, salah satu hardware wallet paling populer di komunitas Bitcoin. Kejadian seperti ini biasanya memicu kepanikan jangka pendek dan sell-off dari holder ritel.
Namun Bitcoin justru bergerak sebaliknya. Dari titik terendah di awal Agustus — sekitar $62.500 — harga bergerak naik konsisten hingga kembali menyentuh level puncak minggu sebelumnya di kisaran $65.000. Secara teknikal, ini adalah konfirmasi retest dari resistance yang sebelumnya terbentuk di akhir Juli. Fakta bahwa harga mampu kembali ke level tersebut setelah dua tekanan besar mengindikasikan demand yang cukup kuat di bawah.
Struktur harga mingguan ini membentuk pola yang relatif konstruktif: higher low dari titik terendah awal Agustus, diikuti recovery ke prior highs. Selama level $62.500 tidak ditembus ke bawah, bias jangka pendek masih condong ke atas.
Yang perlu diperhatikan ke depan adalah nasib Clarity Act. Jika regulasi ini akhirnya disahkan, itu bisa menjadi katalis yang mendorong institutional inflow lebih besar — sesuatu yang selama ini menjadi salah satu argumen utama bull case Bitcoin. Sebaliknya, penundaan yang berkepanjangan bisa membebani sentimen, terutama jika diikuti berita negatif lain dari sisi keamanan infrastruktur kripto.
Untuk saat ini, Bitcoin tampaknya sedang dalam mode price discovery yang hati-hati — bukan euphoria, tapi juga bukan capitulation. Pasar sedang menimbang ulang risiko sambil tetap mempertahankan struktur harga yang bullish secara mingguan.