LIVE
BTC· ETH· BNB· SOL· XRP· ADA· DOGE· USD/IDR· EUR/USD· USD/JPY· USD/SGD·
•••
R Rikopedia Research Stock Research & Market Strategy

BRMS Rugi di 2Q26, Tapi Target Produksi 2029 Tetap 200K oz

BRMS (Bumi Resources Minerals) baru saja merilis angka 2Q26 yang jauh dari impresif. Rugi bersihnya US$4,8 juta, berbalik dari laba US$8,0 juta di 2Q25 dan US$17,6 juta di 1Q26. Ini jelas di bawah ekspektasi. Tapi kalau cuma lihat headline, kita bakal kelewatan satu hal penting: target produksi jangka panjang sama sekali tidak berubah.

Penurunan kinerja kuartal ini sebenarnya bisa dijelaskan. Tiga hal bekerja bersamaan. Pertama, pushback di tambang River Reef, Poboya — ini bagian dari mine sequencing yang sudah direncanakan. Open pit sempat terganggu, tapi sekarang sudah selesai dan produksi 2H26 bakal naik. Kedua, pasar emas domestik lagi oversupply. Banyak eksportir shift jual ke dalam negeri, jadi pembeli lokal minta diskon. Akibatnya BRMS cuma bisa menjual sekitar 70% output. Untuk mengatasi ini, BRMS mengunci kontrak dengan ANTM mulai akhir Juni 2026 untuk menyerap mayoritas produksi emas secara bulanan sampai Juni 2028. Ketiga, ASP turun 8,3% qoq dari US$4.512 ke US$4.138 per ons. Kombinasi volume turun drastis, harga jual lebih rendah, beban bunga naik 74,4% yoy, plus rugi selisih kurs — menggerus bottom-line.

Untuk 1H26, net profit turun 42,3% yoy ke US$13,3 juta dari US$23,0 juta. Revenue US$95,8 juta. Gross margin menyempit ke 57,8%, dan EBIT margin ke 33,4%. Semua angka di bawah konsensus. Tapi perlu diingat, ini sebagian besar temporary.

Yang bikin cerita BRMS tetap menarik justru dari sisi volume jangka panjang. Targetnya: 70.000–75.000 oz di 2026, 80.000 oz di 2027, 150.000 oz di 2028, dan lebih dari 200.000 oz di 2029. Katalisnya konkret: upgrade CIL plant dari 500 tpd ke 2.000 tpd yang ditargetkan rampung 4Q26, serta underground development di Poboya yang on track mulai produksi 1H27.

Grade bijih dari underground area diproyeksikan sekitar 2 gram per ton — lumayan di atas grade saat ini yang 1,3–1,5 g/t. Paste fill plant dan shaft ventilation juga sedang disiapkan. Lonjakan produksi bukan cuma wacana, ada kerjaan fisik di lapangan.

Earnings forecast 2026 dan 2027 memang dipangkas cukup dalam, sekitar 37% dan 41%, terutama karena asumsi harga emas lebih rendah. Target harga diturunkan ke Rp1.040 dari Rp1.330, merefleksikan asumsi EV/EBITDA 2027 di 27x. Tapi dengan harga saham sekarang di sekitar Rp560, itu masih menyisakan upside hampir 86%.

Upside tambahan bisa datang dari potensi upgrade cadangan tembaga. Program drilling besar-besaran sepanjang 2026 bisa membuka nilai aset tembaga yang belum sepenuhnya dihargai pasar. Jadi, kalau bisa tahan dengan volatilitas jangka pendek, BRMS tetap layak masuk watchlist.