Amazon, Microsoft, Alphabet, Meta, dan SpaceX diproyeksikan membelanjakan $1,277 triliun untuk capex di 2028. Apa artinya bagi investor?
Angka ini bukan salah ketik: gabungan belanja modal Amazon, Microsoft, Alphabet, Meta, dan SpaceX diproyeksikan mencapai $1,277 triliun pada 2028. Untuk konteks, total capex kelima entitas ini di 2020 hanya $96 miliar. Dalam delapan tahun, angkanya naik lebih dari 13 kali lipat.
Yang lebih menarik adalah kecepatan akselerasi yang terjadi belakangan ini. Dari CY24 ke CY25, total capex sudah loncat dari $238 miliar ke $404 miliar — naik 70% dalam satu tahun. Tapi proyeksi ke depan jauh lebih agresif: CY25 ke CY26 diperkirakan tumbuh +94%, menjadikan 2026 sebagai tahun dengan lompatan terbesar secara absolut, dari $404 miliar ke $786 miliar.
Pertumbuhan ini bukan sekadar ekspansi bisnis biasa. Ini mencerminkan perlombaan infrastruktur AI yang sedang berlangsung di level yang belum pernah terjadi sebelumnya. Data center, chip, konektivitas, hingga low-earth orbit satellite — semua masuk dalam kategori capex yang sedang dibakar oleh kelima pemain ini.
Alphabet menjadi pemimpin capex terbesar dalam proyeksi 2027–2028, dengan estimasi $302 miliar di CY27 dan $341 miliar di CY28. Amazon tidak jauh di belakang dengan $287 miliar dan $312 miliar. Microsoft lebih konservatif relatif terhadap keduanya, tapi tetap memproyeksikan $238 miliar di 2028.
Yang menarik adalah bagaimana angka-angka ini terus direvisi naik secara agresif dalam waktu singkat. Proyeksi CY27 (excluding SpaceX) yang pada awal Januari 2026 berada di $527 miliar, sudah melonjak ke $831 miliar di Juli 2026 — lalu direvisi lagi ke $994 miliar hanya dalam 37 hari, atau naik +20% dalam sebulan. Ini bukan sekadar perubahan asumsi; ini sinyal bahwa spending momentum di lapangan memang sedang berakselerasi lebih cepat dari yang diantisipasi konsensus.
Dari sudut pandang investasi, ada beberapa implikasi yang layak dipertimbangkan. Pertama, siapa yang paling diuntungkan dari capex sebesar ini? Semiconductor manufacturers, power infrastructure providers, cooling technology companies, dan optical networking vendors adalah sektor-sektor yang secara langsung menyerap spending ini. Nvidia adalah nama paling obvious, tapi supply chain di baliknya jauh lebih luas.
Kedua, pertanyaan sustainability. Pertumbuhan +94% YoY di 2026 akan sulit dipertahankan — dan memang proyeksi menunjukkan moderasi ke +47% di 2027 dan +11% di 2028. Tapi bahkan di angka +11%, kita masih bicara tambahan $125 miliar dalam satu tahun. Skala ini unprecedented.
Ketiga, capex besar tidak otomatis berarti return yang proporsional. Investor perlu memantau apakah spending ini akan menghasilkan revenue dan margin yang justify-kan investasi tersebut — atau justru menjadi beban di neraca ketika AI monetization belum sesuai ekspektasi. Untuk saat ini, pasar masih memberi benefit of the doubt kepada Big Tech. Tapi tolerance itu tidak unlimited.