Siklus investasi artificial intelligence memasuki fase ekspansi yang jauh lebih agresif. Outlook AI capex untuk 2026 dan 2027 naik masing-masing 78% dan 35% secara tahunan, didorong oleh belanja Google, Microsoft, Amazon Web Services, dan Meta. Total hyperscale capex diperkirakan melampaui US$860 miliar pada 2026, tumbuh sekitar 80% YoY, lalu mendekati US$1,2 triliun pada 2027 atau naik 38% YoY.
Lonjakan tersebut belum sekadar didorong ekspektasi. Customer commitments empat cloud service provider terbesar telah mencapai lebih dari US$2,3 triliun, naik 16% QoQ dari sekitar US$2 triliun. Backlog multi-year ini memberikan demand visibility yang lebih kuat sekaligus mengurangi risiko pembangunan kapasitas berlebih dalam jangka pendek.
Microsoft mencatat commercial remaining performance obligations sebesar US$678 miliar, dengan hanya 30% yang akan diakui dalam 12 bulan berikutnya. AWS memiliki backlog US$496 miliar, lebih dari dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya, sementara backlog Google Cloud naik menjadi sekitar US$514 miliar dari US$460 miliar pada kuartal sebelumnya. Oracle juga memiliki RPO US$638 miliar serta kontrak hardware prabayar sekitar US$75 miliar, sehingga kebutuhan upfront capital menjadi lebih ringan.
Konsekuensi langsungnya adalah tekanan terhadap free cash flow. Cloud capex berpotensi mencapai 100–115% dari operating cash flow. Aggregate FCF margin diproyeksikan turun menjadi sekitar minus 1% pada 2026 dan minus 5–6% sepanjang 2027–2028, jauh di bawah kisaran historis 15–20%. Namun, tekanan ini beriringan dengan pertumbuhan penjualan AI mendekati triple digit. Pendapatan tahunan AWS dari AI dan chip masing-masing telah melampaui US$25 miliar dengan pertumbuhan di atas 100% YoY, sementara investasi server diperkirakan mencapai break-even dalam waktu kurang dari tiga tahun.
Pendanaan juga belum menunjukkan financial stress. Lima hyperscaler terbesar telah menghimpun sekitar US$270 miliar melalui long-dated debt dan permanent equity. Tenor utang yang dominan berada pada rentang 3–40 tahun, jauh melampaui siklus investasi AI saat ini. Struktur tersebut lebih mencerminkan balance-sheet optimization dan liquidity preservation daripada kesulitan pendanaan.
Bagi investor pasar modal, beneficiary utama berada di rantai pasok compute, memory, semiconductor capital equipment, power semiconductors, dan optical networking. Kenaikan biaya memory, wafer, serta substrate turut memperkuat pricing power produsen semikonduktor. Risiko utama tetap berada pada eksekusi monetisasi dan durasi FCF compression, tetapi backlog yang terus meningkat serta perbaikan utilization dan unit economics membuat siklus AI capex masih memiliki dukungan fundamental yang solid.