Guncangan pada sektor artificial intelligence (AI) memicu rebalancing portofolio besar-besaran di pasar negara berkembang (emerging markets/EM). Sepanjang Juli, EM ex-China mencatat net foreign outflows sebesar US$26 miliar, membawa akumulasi arus kas keluar year-to-date (YTD) ke rekor historis US$177 miliar. Taiwan dan Korea Selatan menjadi korban utama dengan outflow masing-masing mencapai US$23 miliar dan US$6 miliar akibat aksi jual pada saham semikonduktor.
Menariknya, modal asing tidak benar-benar pulang kampung ke negara maju. Terjadi rotasi ke sektor non-AI konvensional dan pasar yang secara valuasi sudah terdiskon. Southbound flows ke China daratan melonjak dua kali lipat menjadi sekitar US$8 miliar. Di saat yang sama, aliran dana mulai masuk ke India (US$2 miliar) serta pasar ASEAN seperti Thailand, Malaysia, Filipina, dan Indonesia. Pasar saham Indonesia dan Filipina bahkan mencatat rebound taktis sekitar 10-15% setelah berbulan-bulan tertekan. Meskipun secara YTD mayoritas pasar ASEAN masih mencatat return negatif, momentum Juli menunjukkan adanya rotasi taktis yang nyata.
