LIVE
BTC· ETH· BNB· SOL· XRP· ADA· DOGE· USD/IDR· EUR/USD· USD/JPY· USD/SGD·
•••
R Rikopedia Research Stock Research & Market Strategy

DSSA: Dari Batu Bara ke AI Infrastructure

Target pertama DSSA di 940 sudah tercapai. Pertanyaannya sekarang: apakah rally ini punya legs untuk lanjut ke 1.000, bahkan 1.135?

Secara teknikal, RSI (14) berada di 70,29 — territory overbought jangka pendek, tapi bukan sinyal reversal otomatis di tengah tren yang sedang kuat. MACD masih konstruktif. Support area di 875–895 menjadi level kritis kalau terjadi pullback sebelum leg berikutnya. Dengan 52-week range 655–940, saham ini sudah naik signifikan dari bottom-nya, dan momentum masih mendukung kelanjutan upside menuju target 2 di 1.000.

Tapi yang lebih menarik dari sekadar chart adalah cerita di baliknya.

DSSA sedang dalam proses transformasi serius — dari perusahaan berbasis coal mining dan power generation, menuju platform infrastruktur digital yang mencakup data center, AI infrastructure, konektivitas fiber, dan ekosistem digital. Ini bukan pivot kosong. Bisnis energi mereka masih menghasilkan arus kas yang kuat, dan cash engine itulah yang mendanai ekspansi digitalnya. Strukturnya solid: profitabilitas lama membiayai pertumbuhan baru.

Dua aksi korporasi besar memperkuat narasi ini. Pertama, transfer 9,63 miliar saham treasury yang efektif 10 Agustus 2026. Kedua — dan ini lebih substansial — akuisisi 100% BMT senilai USD 238,4 juta, diikuti rights injection sebesar Rp 8,53 triliun. Lewat BMT, DSSA kini memegang ~24,57% saham EXCL (XLSmart), memberikan eksposur langsung ke sektor telekomunikasi dan konektivitas yang makin relevan di era AI.

Dari sisi makro, timing-nya kebetulan sangat favorable. CoreWeave (CRWV) mengumumkan rencana membangun tiga data center di Indonesia, dan pasar merespons dengan kenaikan saham CRWV sebesar +20% dalam sehari. Ini bukan sekadar noise — ini sinyal bahwa hyperscaler global mulai serius menempatkan Indonesia sebagai destinasi strategis untuk infrastruktur AI, dengan target operasional 2028. Emiten lokal yang sudah punya posisi di ekosistem ini — termasuk DSSA — mendapat positive read-through yang nyata.

Satu headwind jangka pendek yang perlu diperhatikan: DSSA keluar dari indeks KOMPAS100, yang berpotensi memicu tekanan teknikal dari rebalancing passive fund. Tapi ini sifatnya transient, bukan fundamental.

Dengan market cap sekitar Rp 140 triliun dan PE TTM di ~10,5x, valuasi DSSA masih tergolong reasonable untuk perusahaan yang sedang dalam transisi dari pure energy play ke infrastruktur digital dengan katalis AI. Kombinasi cash flow energi yang stabil, akuisisi strategis, dan tema data center yang sedang panas — strukturnya cukup untuk mendukung re-rating lebih lanjut kalau eksekusi manajemen konsisten.