LIVE
BTC· ETH· BNB· SOL· XRP· ADA· DOGE· USD/IDR· EUR/USD· USD/JPY· USD/SGD·
•••
R Rikopedia Research Stock Research & Market Strategy

Efek Proyek Pani: MDKA Siap Balikkan Rugi Jadi Cuan?

Kinerja operasional PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menunjukkan dinamika yang menarik. Di satu sisi, proyek emas Pani (EMAS) mulai menunjukkan taringnya dengan akselerasi produksi yang signifikan. Di sisi lain, terjadi normalisasi margin pada aset eksisting yang perlu dicermati.

EBITDA MDKA diproyeksikan mencapai US$339 juta, tumbuh 39% secara kuartalan (qoq). Mesin pertumbuhan utama kali ini adalah proses heap-leach ramp-up di proyek Pani yang melonjak hingga 15,6 koz emas (+758% qoq), serta volume penjualan dari Tujuh Bukit (TB) Oxide yang tumbuh 23% qoq menjadi 30,1 koz.

Namun, pertumbuhan top-line ini dibarengi dengan tekanan pada cash margin TB Oxide yang menyusut 33% qoq menjadi US$2.800 per oz. Penurunan ini dipicu oleh silver credit yang merosot tajam menjadi US$283 per oz akibat volume penjualan perak yang turun 74% qoq. Ini tampaknya lebih disebabkan oleh faktor inventory lag ketimbang masalah produksi, mengingat produksi perak sebenarnya tumbuh 49% qoq. Selain itu, kenaikan biaya bijih (ore feed) juga turut menekan margin NPI dan HGNM.

Beralih ke segmen tembaga, tambang Wetar mencatatkan performa margin yang solid meskipun produksinya turun 30% qoq menjadi 1,5 ribu ton. Penurunan output terjadi karena tidak adanya penambahan bijih baru, seiring fokus manajemen pada optimalisasi recovery rate dari fasilitas heap-leach yang ada. Hasilnya, cash cost Wetar turun 25% qoq menjadi US$2,3 per pon, yang mendorong ekspansi cash margin sebesar 32% qoq menjadi US$3,6 per pon. Studi bio-leaching yang sedang berjalan di Wetar diharapkan bisa memaksimalkan pemulihan tembaga ke depan.

Secara keseluruhan, prospek MDKA tetap menarik didukung oleh pemulihan profitabilitas di FY26 dengan proyeksi net profit berpotensi berbalik positif menjadi US$151 juta setelah mencatat rugi bersih di tahun sebelumnya. Katalis jangka pendek yang layak dinantikan adalah kelanjutan kesepakatan joint venture (JV) untuk proyek tembaga TB Copper.

Meski begitu, investor harus tetap memperhatikan risiko eksekusi pada proyek EMAS, potensi kelangkaan asam sulfat untuk MBMA, serta arah kebijakan suku bunga global yang berpotensi memengaruhi harga emas dunia.