LIVE
BTC· ETH· BNB· SOL· XRP· ADA· DOGE· USD/IDR· EUR/USD· USD/JPY· USD/SGD·
•••
R Rikopedia Research Stock Research & Market Strategy

EM Currencies Cetak All-Time High, Dollar Makin Lemah

MSCI Emerging Markets Currency Index tembus rekor tertinggi sepanjang masa di 1.917 poin setelah rally 8 minggu berturut-turut. Dollar AS anjlok ke level terendah sejak Mei.


MSCI Emerging Markets Currency Index menutup pekan Jumat di level 1.917 poin — rekor tertinggi sepanjang masa — setelah menguat +0,3% dalam sehari. Yang lebih menarik bukan angkanya, tapi momentumnya: ini adalah kenaikan beruntun 8 minggu consecutif, terpanjang sejak September 2021, dengan total gain +3,3% selama periode tersebut.

Breakout di atas resistance horizontal yang sudah lama bertahan bukan sekadar sinyal teknikal. Ini mencerminkan pergeseran fundamental dalam sentimen global terhadap aset EM — dan pemicunya cukup jelas: Dollar AS sedang dalam tekanan serius.

indeks dolar spot global turun -2,9% ke level terendah sejak Mei. Dalam konteks forex global, penurunan sebesar itu dalam satu siklus bukan angka kecil. Pelemahan Dollar memberikan ruang bagi mata uang EM untuk menguat secara broad-based, bukan hanya satu atau dua negara.

Dua mata uang Asia yang paling mencolok: Korean Won menguat ke level tertinggi sejak September 2025, sementara Taiwan Dollar menyentuh level terkuat sejak Juni 2026. Kedua negara ini memiliki eksposur besar ke sektor teknologi dan ekspor — apresiasi mata uang mereka biasanya sejalan dengan membaiknya risk appetite global dan aliran modal masuk ke ekuitas regional.

Bagi investor yang punya exposure ke aset EM — baik saham, obligasi, maupun reksa dana berbasis emerging markets — dinamika ini relevan secara langsung. Penguatan mata uang lokal terhadap Dollar berarti return yang dikonversi ke USD ikut terdongkrak, bahkan sebelum memperhitungkan capital gain dari aset itu sendiri.

Pertanyaannya sekarang: apakah momentum ini sustainable? Delapan minggu rally tanpa koreksi berarti banyak posisi yang sudah profit besar. Risiko profit-taking jangka pendek selalu ada. Tapi selama Dollar belum menemukan katalis untuk rebound — entah dari data ekonomi AS yang lebih kuat atau perubahan arah kebijakan Fed — tekanan jual pada USD kemungkinan masih akan memberikan tailwind bagi EM currencies.

Untuk pasar saham Indonesia khususnya, penguatan Rupiah dalam skenario pelemahan Dollar secara historis berkorelasi positif dengan inflow asing ke IHSG. Ini bukan jaminan, tapi pola yang layak diperhatikan ketika positioning untuk kuartal ke depan.