Spot gold naik tipis ke $4.347 per ounce, meski masih 20% di bawah level sebelum perang Iran. Akumulasi bullion berlanjut 21 bulan berturut-turut.
Spot gold diperdagangkan di $4.347,01 per ounce pada sesi pagi Asia, naik tipis 0,1%. Angka ini terlihat kuat secara nominal, tapi konteksnya lebih kompleks — harga emas saat ini masih berada hampir 20% di bawah level sebelum perang Iran yang meletus akhir Februari. Artinya, rally yang terjadi belakangan ini belum sepenuhnya mengompensasi tekanan yang sempat menekan harga di awal konflik.
Perak bergerak lebih agresif dengan kenaikan 0,6% ke $63,92 per ounce, sementara platinum dan palladium relatif flat. Bloomberg Dollar Spot Index pulih 0,1% setelah koreksi hari Jumat — pemulihan dolar yang moderat ini biasanya menjadi headwind bagi logam mulia, tapi dampaknya tampak terbatas pada sesi ini.
Yang menarik adalah tren akumulasi bullion yang terus berlanjut. Penambahan cadangan di bulan Juli memperpanjang streak pembelian menjadi 21 bulan berturut-turut. Pola akumulasi konsisten selama hampir dua tahun ini mencerminkan permintaan struktural yang tidak semata-mata didorong oleh sentimen jangka pendek — ada diversifikasi cadangan yang sistematis di baliknya.
Dari sisi geopolitik, dua variabel masih menggantung. Pertama, Iran dan Oman belum mencapai kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz. Selat ini adalah jalur transit sekitar 20% pasokan minyak global — selama penutupannya berlanjut, premi risiko di pasar energi dan safe haven assets seperti emas tetap terjaga. Kedua, militan Houthi yang didukung Teheran mengklaim telah menyerang kilang minyak Arab Saudi di dekat Laut Merah, menambah layer ketidakpastian di kawasan yang sama.
Kombinasi dua faktor ini — eskalasi di jalur maritim kritis dan akumulasi bullion yang konsisten — membentuk floor yang cukup solid untuk harga emas dalam jangka menengah. Gap 20% terhadap level pre-war bisa dibaca dua arah: sebagai potensi upside jika situasi memburuk, atau sebagai indikasi bahwa pasar sudah memperhitungkan sebagian besar risk premium sejak awal konflik.
Untuk perak, outperformance tipis hari ini konsisten dengan karakternya sebagai logam dengan komponen industri lebih tinggi — ketika risk appetite tidak sepenuhnya runtuh, perak cenderung bergerak lebih dinamis dibanding emas.