Spot gold sempat menyentuh US$4.434 per ounce, tertinggi sejak Juni. Semua mata kini tertuju pada data CPI dan PPI AS minggu ini.
Harga emas sempat melonjak ke US$4.434,84 per ounce — level tertinggi dalam lebih dari dua bulan — sebelum sedikit melandai ke kisaran US$4.396,87 pada perdagangan Selasa. US Gold Futures bergerak lebih kuat, naik 0,8% ke US$4.456,10. Momentumnya jelas: pasar sedang dalam mode risk-off sambil menunggu dua rilis data makro paling krusial minggu ini.
Rabu ini jadwal rilis CPI AS, diikuti PPI pada Kamis. Bagi emas, kedua angka ini bukan sekadar statistik — mereka adalah penentu arah kebijakan Fed, dan otomatis menentukan seberapa menarik emas dibanding aset berbunga. Sebagai non-yielding asset, emas selalu bersaing langsung dengan ekspektasi suku bunga. Semakin tinggi suku bunga, semakin besar opportunity cost memegang emas.
Konteks yang mendorong reli ini dimulai dari data tenaga kerja AS bulan Juli — yang dirilis Jumat pekan lalu — dan hasilnya mengecewakan. Pasar langsung memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga September, emas langsung naik 2,4% dalam sehari. Kini, berdasarkan CME FedWatch, peluang kenaikan di September tinggal sekitar 50%, sementara Desember berada di 79%. Artinya pasar masih melihat siklus pengetatan berlanjut — hanya timing-nya yang bergeser.
Narasi ini yang membuat posisi emas menarik secara taktis. Jika CPI minggu ini menunjukkan moderasi, argumen untuk menunda kenaikan September semakin kuat, dan emas punya ruang untuk melanjutkan rally. Sebaliknya, jika inflasi masih keras, Fed bisa lebih agresif — dan itu tekanan nyata untuk harga emas.
Yang menarik, pernyataan dari Presiden Cleveland Fed, Beth Hammack, pada Senin lalu justru memberi sinyal hawkish: sudah waktunya mulai menaikkan suku bunga secara bertahap agar tidak perlu melakukan kenaikan yang lebih tajam di kemudian hari. Ini semacam pre-emptive guidance — dan pasar belum sepenuhnya mempricingnya.
Di sisi logam lainnya, pergerakan justru berlawanan. Spot silver turun 1% ke US$65,10, platinum melemah tipis 0,1% ke US$1.750,50, dan palladium turun 0,7% ke US$1.372,75. Divergensi ini wajar — silver dan platinum punya komponen permintaan industrial yang lebih besar, sehingga lebih sensitif terhadap sentimen pertumbuhan ekonomi global yang sedang tidak menentu.
Ada satu lapisan tambahan yang tidak bisa diabaikan: ketegangan geopolitik. Trump merespons tawaran damai dari Teheran bukan dengan negosiasi, melainkan dengan tuntutan kompensasi atas korban jiwa. Selama ketidakpastian geopolitik ini bertahan, safe-haven demand untuk emas punya fondasi yang solid di luar narasi suku bunga murni.
Intinya, emas saat ini sedang berada di persimpangan dua katalis besar: data inflasi yang akan menentukan arah Fed, dan geopolitik yang menjaga permintaan safe-haven tetap hidup. CPI Rabu ini akan jadi ujian pertama apakah level US$4.400 bisa dipertahankan atau justru menjadi resistance yang sulit ditembus.