LIVE
BTC· ETH· BNB· SOL· XRP· ADA· DOGE· USD/IDR· EUR/USD· USD/JPY· USD/SGD·
•••
R Rikopedia Research Stock Research & Market Strategy

Era Baru Kebijakan The Fed: Tanpa Forward Guidance

Federal Open Market Committee (FOMC) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50% hingga 3,75%. Langkah *hold* ini sebenarnya sudah diantisipasi oleh pasar. Namun, kejutan besar datang dari hasil pemungutan suara yang menunjukkan perpecahan (split vote) 9-3. Tiga anggota pembuat kebijakan secara mengejutkan memilih kenaikan suku bunga (rate hike) sebesar 25 basis poin (bps) segera. Perpecahan suara yang cukup lebar ini mengindikasikan adanya perbedaan pandangan yang tajam di internal bank sentral AS terkait arah inflasi.

Secara fundamental, rilis data ekonomi sejak Juni sebenarnya tidak memberikan basis yang kuat untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan kali ini. Data inflasi menunjukkan tren perlambatan (softer-than-expected inflation), ditambah dengan angka ketenagakerjaan (payroll figures) yang mengecewakan. Kendati demikian, Chair Kevin Warsh menegaskan sikap hawkish dengan menyatakan bahwa tidak ada pelonggaran terhadap target inflasi ("there is no soft inflation target").

Perubahan paling signifikan dalam pertemuan ini adalah sinyal dimulainya era baru dalam kebijakan moneter AS, yaitu hilangnya *forward guidance*. Di bawah kepemimpinan Warsh, The Fed menegaskan bahwa tugas bank sentral bukan lagi untuk mengarahkan pasar (guiding the markets), melainkan mendengarkan dan merespons apa yang disampaikan oleh pasar. Pendekatan baru ini menandai pergeseran taktis di mana The Fed memposisikan pasar sebagai pelaku utama ("markets are playing the ball, not the referee"), bukan sekadar pengikut instruksi kebijakan.

Respons pasar pasca-pertemuan langsung terlihat pada pergeseran ekspektasi suku bunga. Sebelum pertemuan FOMC, pelaku pasar mengantisipasi setidaknya dua kali kenaikan suku bunga lagi. Namun, pasca-pengumuman, ekspektasi menyusut menjadi hanya satu kali kenaikan hingga akhir tahun. Di pasar obligasi, yield US Treasury tenor 10 tahun dan 30 tahun mengalami lonjakan, dengan yield 30Y merangkak naik ke level tertinggi sejak tahun 2007. Lonjakan yield ini mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap ketidakpastian kebijakan jangka panjang tanpa adanya kompas *forward guidance* yang jelas dari bank sentral.