LIVE
BTC· ETH· BNB· SOL· XRP· ADA· DOGE· USD/IDR· EUR/USD· USD/JPY· USD/SGD·
•••
R Rikopedia Research Stock Research & Market Strategy

EXCL 1H: Revenue Naik 26%, Tapi Masih Rugi

XLSMART (EXCL) catat revenue 23,99 triliun di 1H, tumbuh 26% YoY. Net loss menyempit jadi 994 miliar. Tapi BEst EPS FY2026 masih negatif.


PT XLSmart Telecom Sejahtera (EXCL) merilis laporan keuangan interim semester pertama dengan hasil yang mencerminkan dua sisi berbeda: momentum revenue yang kuat, tapi profitabilitas yang belum pulih.

Revenue 1H tercatat 23,99 triliun Rupiah, tumbuh 26% YoY. Angka ini cukup signifikan untuk perusahaan telekomunikasi yang tengah dalam proses integrasi pasca-merger. Top-line growth sebesar ini biasanya menjadi sinyal bahwa konsolidasi pelanggan berjalan sesuai ekspektasi — basis subscriber yang lebih besar, ARPU yang mulai terstabilisasi.

Di sisi bawah, net loss 1H tercatat 994,15 miliar Rupiah, membaik dari 1,22 triliun di periode yang sama tahun lalu. Loss per share juga turun dari 82 rupiah menjadi 55 rupiah. Secara arah, ini positif — kurva kerugian sedang menyempit. Tapi konteksnya penting: perusahaan ini masih dalam fase absorpsi biaya integrasi yang besar, termasuk potensi amortisasi aset tak berwujud dari merger XL-Smartfren yang nilainya tidak kecil.

Yang lebih menarik untuk dicermati adalah BEst EPS FY2026 di angka -110,22. Artinya, konsensus analis memperkirakan EXCL masih akan membukukan kerugian untuk keseluruhan tahun 2026. Ini konsisten dengan pola perusahaan telco post-merger di mana satu hingga dua tahun pertama hampir selalu diwarnai tekanan margin dari duplikasi infrastruktur, restrukturisasi jaringan, dan biaya integrasi SDM.

Dari sisi harga, saham EXCL berada di level 2.410 dengan tren visual yang menunjukkan tekanan dalam beberapa waktu terakhir. Wajar — pasar biasanya mendiskon saham yang masih loss-making meski revenue tumbuh, terutama ketika visibility menuju profitabilitas belum jelas timeframe-nya.

Consensus rating cukup bullish: 22 analis merekomendasikan Buy, 6 Hold, dan 5 Sell. Mayoritas tampaknya bermain pada thesis jangka menengah — bahwa integrasi akan selesai, synergy cost mulai terealisasi, dan EXCL bisa kembali ke territory profit dalam 12–24 bulan ke depan. Thesis ini masuk akal, tapi execution risk-nya nyata.

Untuk investor yang sudah hold EXCL, angka 1H ini tidak memberikan alasan untuk keluar — tapi juga belum cukup kuat untuk menambah posisi agresif. Revenue growth 26% adalah modal, tapi jalan menuju bottom-line positif masih panjang.