LIVE
BTC· ETH· BNB· SOL· XRP· ADA· DOGE· USD/IDR· EUR/USD· USD/JPY· USD/SGD·
•••
R Rikopedia Research Stock Research & Market Strategy

Foreign Inflows Tetap Positif, Tapi Saham Masih Ditinggal

Dana asing masuk Rp4,4 triliun ke aset rupiah pekan 10–13 Agustus, didominasi SRBI dan obligasi pemerintah. Saham masih net outflow Rp71,8 triliun YTD.


Arus dana asing ke aset rupiah masih positif di pekan 10–13 Agustus, dengan total net inflow Rp4,4 triliun — sedikit melambat dari Rp5,7 triliun minggu sebelumnya. Yang menarik bukan besarannya, tapi ke mana uang itu mengalir.

SRBI kembali jadi magnet utama dengan net inflow Rp2,7 triliun, sementara obligasi pemerintah (INDOGBs) berbalik arah ke +Rp2,2 triliun setelah mencatat net outflow Rp0,6 triliun pekan sebelumnya. Pembalikan di INDOGBs ini didorong kombinasi global yields yang mulai turun dan kondisi domestik yang relatif lebih stabil — dua faktor yang memang cenderung mendorong appetite investor asing ke fixed income emerging market.

Saham? Tetap di zona merah. Net outflow ekuitas minggu ini Rp0,5 triliun, angka yang sama dengan pekan sebelumnya. Konsistensi outflow ini lebih bicara soal tren ketimbang noise mingguan.

Gambaran YTD per 13 Agustus jauh lebih gamblang. Secara kumulatif, asing masih net buyers Rp132,6 triliun di seluruh aset rupiah. Tapi breakdown-nya timpang: SRBI menyumbang +Rp187,9 triliun, INDOGBs +Rp16,5 triliun, dan ekuitas -Rp71,8 triliun. Artinya, tanpa SRBI, posisi asing di aset rupiah Indonesia secara agregat sudah negatif.

SRBI memang bukan instrumen ekuitas — ini adalah surat berharga yang diterbitkan Bank Indonesia, berfungsi sebagai alat sterilisasi likuiditas sekaligus instrumen pengelolaan nilai tukar. Yield-nya kompetitif, risikonya lebih terukur dibanding saham, dan likuiditasnya terjaga. Wajar jika investor asing, terutama di tengah ketidakpastian global, lebih nyaman parkir di sini ketimbang masuk ke pasar saham yang volatilitasnya lebih tinggi.

Outflow ekuitas sebesar Rp71,8 triliun YTD bukan angka kecil. Ini mencerminkan repositioning asing yang cukup signifikan keluar dari JCI — entah karena faktor valuasi, earnings outlook, atau preferensi alokasi ke pasar lain. Selama tren ini belum berbalik, rally JCI yang berkelanjutan akan sulit terjadi hanya dengan mengandalkan investor domestik.

Satu hal yang layak dicermati ke depan: jika global yields terus turun dan risk appetite global membaik, apakah rotation dari fixed income ke equities akan terjadi? Secara historis, pola itu ada. Tapi dengan outflow ekuitas yang sudah sedalam ini secara YTD, pembalikan tren butuh katalis yang lebih dari sekadar kondisi global yang kondusif.