LIVE
BTC· ETH· BNB· SOL· XRP· ADA· DOGE· USD/IDR· EUR/USD· USD/JPY· USD/SGD·
•••
R Rikopedia Research Stock Research & Market Strategy

IHSG Rally 1,93%: Komoditas & Properti Pimpin

IHSG menguat 1,93% ke 6.525 dalam sepekan. Komoditas dan properti memimpin, BYAN dan BBRI jadi top mover. Simak analisis lengkap pergerakan pasar.


IHSG menutup pekan 18–21 Agustus 2026 dengan kenaikan solid — naik 123,80 poin atau +1,93% ke level 6.525,69. Yang membuat rally ini lebih bermakna bukan sekadar angkanya, tapi strukturnya: seluruh 11 sektor bergerak positif, dengan 500 saham naik versus hanya 195 yang turun. Ini bukan kenaikan yang ditopang satu atau dua saham besar — ini genuine broad-based rally.

Sektor Properties & Real Estate memimpin dengan +5,72%, diikuti Energy +5,67% dan Basic Materials +4,82%. Ketiga sektor ini mencerminkan dua narasi yang sedang berjalan paralel: reflasi komoditas global yang mendorong saham-saham tambang dan energi, serta kebangkitan properti domestik yang kemungkinan dipengaruhi ekspektasi penurunan suku bunga.

Dari sisi top movers, BYAN menjadi kontributor terbesar dengan sumbangan +19,665 poin ke IHSG — angka yang cukup besar untuk satu saham dalam satu pekan. BBRI menyusul di posisi kedua (+16,144 poin), diikuti BRMS (+11,222), AMMN (+8,895), dan BBCA (+8,874). Kombinasi saham batubara, perbankan, tembaga, dan emas dalam daftar ini menggambarkan rotasi yang sehat — bukan konsentrasi di satu tema saja.

Di sisi negatif, BREN menjadi top drag dengan -4,279 poin, diikuti SRAJ dan MPRO. Namun kontribusi negatif ini jauh lebih kecil dibanding tekanan positif dari top movers, sehingga net effect tetap signifikan ke atas.

Foreign activity perlu dibaca dengan hati-hati. Secara All Market, DSSA tampak sebagai top foreign buy dengan Rp1.276,4 miliar — tapi angka ini sebagian besar berasal dari transaksi Nego senilai Rp1.416,1 miliar. Di Regular Market, DSSA justru masuk daftar foreign sell (-Rp139,7 miliar). Ini penting: transaksi Nego sering kali merupakan block deal yang tidak mencerminkan sentiment pasar reguler. Membaca net foreign berdasarkan All Market tanpa memisahkan Nego bisa menyesatkan.

Di Regular Market — yang lebih relevan untuk membaca arah asing sesungguhnya — foreign buying terkonsentrasi di BBRI (Rp745,3 miliar), BBCA (Rp409,1 miliar), AMMN (Rp329,1 miliar), dan ANTM (Rp251,2 miliar). Pola ini konsisten dengan tema commodity play dan big-cap banking yang sedang diakumulasi. Sementara ISAT menjadi top foreign sell di Regular Market (-Rp322,3 miliar), diikuti ASII (-Rp211,3 miliar) — keduanya dari sektor telekomunikasi dan otomotif yang memang belum menemukan katalis kuat dalam beberapa waktu terakhir.

Dari Relative Rotation Graph, IDXHLTH dan IDXINFRA berada di kuadran Leading — keduanya masih punya momentum relatif yang kuat terhadap IHSG. IDXENER dan IDXPROP ada di Improving, artinya sedang dalam proses penguatan relatif. Yang menarik, IDXBASIC justru berada di Lagging meski sektor Basic Materials secara absolut naik +4,82% pekan ini — ini mengindikasikan penguatan yang mungkin belum cukup konsisten secara relatif, atau baru saja memulai fase pemulihan. IDXFIN di Weakening layak diperhatikan, terutama jika penguatan BBRI dan BBCA pekan ini tidak berlanjut.

Secara keseluruhan, struktur pasar pekan ini cukup konstruktif. Breadth yang lebar, semua sektor hijau, dan buying asing di saham-saham berkualitas di Regular Market memberikan fondasi yang lebih solid dibanding rally yang hanya ditopang momentum sesaat.