IHSG ditutup melemah 0,37% ke 6.501,67. BYAN dan BBRI jadi pemberat terbesar, sementara asing net sell Rp556 miliar di regular market.
IHSG mengakhiri sesi di 6.501,67, turun 24,02 poin atau 0,37%. Pelemahan ini bukan karena pasar kehilangan arah secara menyeluruh — mayoritas sektor sebenarnya bergerak moderat — tapi tekanan dari segelintir big caps cukup untuk menarik indeks ke zona merah.
BYAN menjadi pemberat terbesar dengan kontribusi -34,11% terhadap pergerakan indeks, disusul BBRI (-30,55%) dan BBCA (-18,47%). Ketiganya saja sudah menyumbang hampir 83% dari total tekanan negatif hari ini. Di sisi perbankan, BBNI dan BMRI turut ikut dalam daftar laggard, menjadikan sektor Banking sebagai salah satu yang paling tertekan — turun 1,00% secara sektoral.
Foreign flow memperburuk sentimen. Di regular market, asing mencatat net sell Rp556,22 miliar. BBRI kembali menjadi target utama dengan outflow Rp178 miliar, diikuti BUMI (Rp105,1 M), TPIA (Rp89,3 M), dan ISAT (Rp67,8 M). Pola ini konsisten dengan tekanan jual asing yang sudah berlangsung beberapa sesi terakhir, dengan big caps perbankan dan energi menjadi sasaran utama.
Di sisi lain, angka net sell di all market lebih kecil, yakni Rp350,7 miliar, karena ada inflow sekitar Rp205,5 miliar dari negotiated market. Mayoritas berasal dari transaksi SMMA senilai Rp179,7 miliar — angka yang cukup signifikan dan kemungkinan besar merupakan transaksi crossing, bukan buying pressure organik di pasar reguler.
Yang menarik adalah rotasi ke sektor komoditas. EMAS dan BRMS memimpin positive movers dengan kontribusi gabungan lebih dari 53% terhadap kenaikan indeks. Asing pun masuk ke TINS (Rp99,5 M), BRMS (Rp56,2 M), dan ANTM (Rp29,8 M) — mengindikasikan selective buying di segmen mining dan precious metals, kemungkinan didorong oleh dinamika harga komoditas global dan pelemahan rupiah yang menyentuh 17.721 per dolar.
Secara sektoral, Basic Materials menjadi satu-satunya sektor yang benar-benar hijau dengan kenaikan 1,38%. Energy hampir flat di -0,04%. Sementara Healthcare (-1,59%) dan Banking (-1,00%) menjadi yang paling tertekan. Dari Relative Rotation Graph, Basic Materials masih berada di kuadran leading, sementara Financials sudah masuk zona weakening — momentum sektor perbankan memang sedang dalam tren yang melemah.
Dengan kurs rupiah yang terus melemah dan foreign selling yang belum menunjukkan tanda berhenti di regular market, tekanan pada IHSG kemungkinan masih akan datang dari sisi yang sama: big caps perbankan dan saham-saham dengan foreign ownership tinggi. Level 6.474 yang menjadi low hari ini layak diperhatikan sebagai support terdekat.