Inflasi AS Juli menunjukkan arah perlambatan ke 2,7% akhir tahun. Tapi tiket pesawat naik 26% dan pasar tenaga kerja masih ketat — The Fed belum akan santai.
Data inflasi AS untuk bulan Juli memberikan gambaran yang tidak hitam-putih. Secara keseluruhan arahnya membaik, tapi beberapa komponen masih cukup keras kepala untuk membuat The Fed tetap waspada menjelang rapat FOMC September.
Komponen yang paling mencolok adalah airfare — harga tiket pesawat melonjak sekitar 26% year-over-year. Ini bukan angka kecil. Meski kontribusinya terhadap inflasi keseluruhan diperkirakan mereda di paruh akhir tahun, lonjakan sebesar ini mencerminkan bahwa permintaan konsumen di sektor jasa masih sangat kuat. Senada dengan itu, restaurant prices juga terus merangkak naik, didorong oleh high consumer demand yang belum menunjukkan tanda-tanda pendinginan signifikan.
Di sisi lain, ada beberapa angin segar. Harga energi turun di bulan Juli seiring meredanya kekhawatiran terhadap eskalasi krisis Timur Tengah — ini membantu melembutkan tekanan inflasi bulanan secara keseluruhan. Auto insurance index juga mencatat penurunan untuk kedelapan kalinya dalam sembilan laporan terakhir, meski levelnya masih berada di kisaran pertengahan 2024. Tingginya proporsi pengendara tanpa atau dengan asuransi minim dinilai menjadi faktor yang menahan premi kembali ke level normal. Biaya transportasi dan kesehatan juga diproyeksikan mulai melunak ke depannya.
Dengan semua ini, proyeksi inflasi akhir tahun berada di angka 2,7% — turun dari level saat ini, tapi masih di atas target 2% The Fed. Frasa yang paling tepat menggambarkan situasi ini: still too high, but the direction is good.
Pertanyaan besarnya sekarang ada di FOMC September. Baseline scenario-nya adalah The Fed menahan suku bunga. Tapi dengan tight labor market yang belum benar-benar longgar dan beberapa komponen inflasi yang masih resisten, skenario di mana blok hawkish berhasil meyakinkan mayoritas untuk melakukan kenaikan suku bunga tidak bisa sepenuhnya dikesampingkan.
Untuk pasar, risk sentiment saat ini masih terbaca positif — supporting risk appetite secara umum. Tapi investor yang memposisikan diri terlalu agresif di skenario rate cut perlu mempertimbangkan bahwa data Juli ini, meski arahnya konstruktif, belum cukup kuat untuk mengubah postur The Fed secara dramatis. Blurry inflation picture masih menjadi tema dominan, dan itu berarti volatilitas di pasar obligasi maupun ekuitas kemungkinan belum selesai.