LIVE
BTC· ETH· BNB· SOL· XRP· ADA· DOGE· USD/IDR· EUR/USD· USD/JPY· USD/SGD·
•••
R Rikopedia Research Stock Research & Market Strategy

JPFA Cetak Laba Rp2,48 T di 1H 2026

Laba bersih Japfa Comfeed melonjak 100% YoY di semester pertama 2026, ditopang penjualan bersih Rp35,36 triliun yang tumbuh 29% YoY.


Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) membukukan laba bersih Rp2,48 triliun di semester pertama 2026 — naik tepat dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,24 triliun. Angka ini bukan sekadar pertumbuhan inkremental; ini adalah earnings turnaround yang signifikan untuk emiten poultry terbesar kedua di Indonesia.

Di sisi top line, penjualan bersih mencapai Rp35,36 triliun, tumbuh 29% YoY. Revenue growth sekuat ini di industri perunggasan — yang sangat sensitif terhadap harga pakan (jagung dan soybean meal) serta harga jual day-old chick (DOC) dan ayam broiler — mengindikasikan kombinasi antara volume yang solid dan perbaikan harga jual rata-rata. Margin pun ikut mengembang, terbukti dari laba yang tumbuh jauh lebih cepat ketimbang revenue-nya.

Konsensus analis terhadap JPFA saat ini sangat bullish: 28 analis merekomendasikan Buy, satu Hold, dan tidak ada satu pun yang memasang Sell. Dengan harga saham di level 2.360 dan BEst EPS FY2026 di angka 381,68, implied P/E berada di kisaran 6,2x — masih terbilang murah untuk perusahaan yang baru saja membuktikan kemampuan earnings recovery-nya.

Proyeksi EPS tiga bulan terakhir juga menunjukkan tren kenaikan tajam, yang mencerminkan revisi ke atas dari konsensus seiring membaiknya fundamental. Ini pola klasik yang sering mendahului re-rating valuation — ketika estimasi analis terus direvisi naik, pasar biasanya menyesuaikan harga lebih lambat, menciptakan window of opportunity bagi investor yang masuk lebih awal.

Yang perlu diperhatikan ke depan adalah bagaimana JPFA mengelola cost pressure di semester kedua. Harga jagung global dan nilai tukar rupiah terhadap dolar masih menjadi variabel kunci, mengingat sebagian besar bahan baku pakan masih bergantung pada impor. Jika kondisi makro tetap kondusif dan harga broiler domestik terjaga, ada ruang bagi JPFA untuk menutup tahun dengan full-year earnings yang jauh melampaui ekspektasi awal pasar.