Kalkulator Loss & Recovery
Rugi 50% tidak butuh naik 50% untuk balik modal — butuh 100%. Hitung kerugian riil posisi Anda, berapa kenaikan yang dibutuhkan untuk impas, dan susun rencana money management yang realistis untuk memulihkannya.
Data Posisi
Jumlah Lot dan Alokasi Dana saling terhubung. Isi salah satu, yang lain menyesuaikan otomatis — ketik lot bila posisi sudah Anda pegang, atau ketik persentase alokasi bila sedang merencanakan pembelian.
Diagnosa Kerugian
Masukkan data posisi di atas.
Skala kedua batang sama — panjang batang emas menunjukkan beban pemulihan.
| Zona | Loss (%) | Butuh Naik (%) | Beban |
|---|
Tabel referensi tanpa fee. Baris tersorot = zona posisi Anda saat ini.
Simulasi Average Down
Rencana Balik Modal
—
Isi empat hal ini dengan perkiraan Anda sendiri. Tidak perlu angka yang persis — tujuannya melihat gambaran besar, bukan ramalan.
Dari Mana Angka Itu
Empat langkah, berurutan. Ubah satu input di atas, keempatnya ikut berubah.
Perjalanan Balik Modal
—
—
Lihat rincian angkanya
| Tahap | Transaksi ke- | Uang Anda | Sisa Kerugian | Waktu |
|---|
Makin sedikit uang Anda, makin kecil pula jumlah yang boleh dirisikokan — itu sebabnya tahap awal terasa paling lambat.
Hitung juga maksimal pembelian berikutnya
Bagian ini opsional. Isi rencana pembelian berikutnya untuk tahu berapa lot yang masih aman dibeli.
Cara Membaca Angka Ini
Matematika kerugian bersifat asimetris. Persentase turun dihitung dari modal awal, sedangkan persentase pemulihan dihitung dari nilai sisa yang sudah mengecil. Semakin dalam loss, semakin cepat beban pemulihan meledak — dari 20% ke 50% loss, beban recovery melonjak dari 25% menjadi 100%.
- Cut loss adalah biaya, bukan kekalahan. Memotong di 8–10% membutuhkan kenaikan ~9–11% untuk pulih; membiarkannya ke 50% membutuhkan 100%. Biaya menunda jauh lebih mahal daripada biaya salah.
- Average down bukan strategi pemulihan otomatis. Averaging menurunkan harga rata-rata, tapi menaikkan eksposur rupiah pada satu saham. Averaging hanya masuk akal bila tesis fundamental masih utuh, saham likuid, dan porsi terhadap portfolio masih terkendali — bukan sekadar karena harga sudah turun banyak.
- Recovery datang dari sizing, bukan dari saham yang sama. Memaksa pulih di saham yang merugikan sering memperbesar konsentrasi risiko. Pemulihan yang lebih tahan uji berasal dari serangkaian trade dengan risk per trade terkontrol dan RR positif.
- Sering menang belum tentu untung. Menang 6 dari 10 kali tapi setiap menang hanya untung setengah dari nilai kerugiannya akan berakhir minus. Sebaliknya, menang 4 dari 10 kali dengan untung tiga kali lipat kerugiannya justru berakhir plus. Yang menentukan adalah hasil rata-rata setiap transaksi, bukan seberapa sering menang.
- Batasi kerugian terburuk. Aturan umum yang lazim dipakai: risiko 1–2% dari portfolio per posisi, dan porsi satu saham dijaga agar tidak mendominasi portfolio. Angka ini perlu disesuaikan dengan profil risiko dan horizon masing-masing.
Disclaimer. Kalkulator ini adalah alat bantu edukasi dan riset, bukan ajakan beli atau jual. Seluruh angka merupakan hasil perhitungan matematis dari input pengguna, bukan proyeksi hasil investasi. Fee dan pajak dapat berbeda antar sekuritas. Risiko pasar tetap ada dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor. Lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan.
© Rikopedia Research · rikopedia.com