LIVE
BTC· ETH· BNB· SOL· XRP· ADA· DOGE· USD/IDR· EUR/USD· USD/JPY· USD/SGD·
•••
R Rikopedia Research Stock Research & Market Strategy

KIJA: Rugi Semu, Fundamental Nyata

KIJA cetak rugi di 1H26, tapi underlying profit-nya positif. Ada katalis besar di depan — power margin, pipeline lahan, dan data center boom.


Reported PATMI KIJA di 1H26 tercatat -Rp178 miliar. Angka itu terlihat buruk sampai kamu membongkar dari mana datangnya: Rp444 miliar biaya refinancing satu kali — kombinasi FX loss, derivative termination, dan accelerated amortization. Kalau dikeluarkan, underlying PATMI-nya justru positif Rp266 miliar. Ini bukan rugi operasional. Ini distorsi akuntansi dari keputusan keuangan yang sudah selesai.

Marketing sales 1H26 mencapai Rp1,19 triliun, dengan pertumbuhan QoQ di 2Q26 sebesar +20%. Kontribusi recurring revenue naik signifikan ke 57% dari sebelumnya 45% — tren yang bagus untuk visibilitas pendapatan ke depan. Pipeline lahan juga tidak kecil: sekitar 42 ha di Cikarang dan 80–100 ha di Kendal masih menunggu untuk dimonetisasi.

Yang menarik justru ada di segmen power. Gross profit margin Bekasi Power anjlok ke 2% di 1H26 dari 22% di periode yang sama tahun lalu — semua gara-gara dispute billing dengan PLN. Ini bukan masalah struktural. Begitu dispute selesai, yang diperkirakan terjadi di 3Q26, margin normalisasi akan langsung kelihatan di laporan keuangan. Itu katalis konkret dengan timeline yang jelas.

Lalu ada angle jangka panjang yang lebih besar: data center. Cikarang bukan lokasi sembarangan — ini kawasan industri paling mature di Greater Jakarta, dengan scarcity lahan yang nyata. KIJA duduk di posisi unik: punya lahan strategis sekaligus captive power lewat Bekasi Power. Kombinasi itu jadi barrier to entry yang sulit direplikasi kompetitor manapun. Di tengah boom permintaan data center di Indonesia yang masih di fase awal, ini bukan sekadar optionality — ini moat yang sedang dibangun diam-diam.

Dari sisi valuasi, saham ini diperdagangkan di sekitar 0,3x P/BV 2026E. Untuk kawasan industri dengan aset lahan premium dan integrated power, angka itu murah secara historis maupun relatif terhadap peers. Target price 12 bulan di Rp250 implies upside lebih dari 76% dari harga Rp142.

Secara teknikal, saham sudah breakout MA20 setelah menguji support di 123, dengan spike volume yang mengonfirmasi rebound. T1 di Rp140 sudah tercapai. T2 dan T3 berikutnya ada di Rp150 dan Rp160. Stoploss di bawah 120.

Risiko yang perlu dipahami: isu PLN bisa berlarut lebih lama dari ekspektasi, regulasi sektor power dan lahan bisa berubah, dan perlambatan capex global bisa memperlambat permintaan data center. Kompetisi di lahan industri juga tidak ringan. Tapi dengan underlying business yang masih solid dan katalis jangka menengah yang teridentifikasi jelas, cerita KIJA jauh lebih menarik dari apa yang terlihat di headline laba 1H26-nya.