PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) merilis laporan keuangan untuk paruh pertama (1H) dengan mencatatkan pertumbuhan yang stabil namun cenderung moderat. BUMN telekomunikasi ini membukukan laba bersih (net income) sebesar Rp10,6 triliun, tumbuh tipis 1,2% secara year-on-year (y/y) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp10,47 triliun.
Dari sisi top-line, TLKM mengantongi revenue sebesar Rp75,9 triliun, naik 4% y/y. Pertumbuhan pendapatan yang lebih tinggi dibanding laba bersih ini mengindikasikan adanya tekanan pada profitabilitas. Margin compression tampaknya masih menjadi tantangan, dipicu oleh tingginya beban operasional serta investasi berkelanjutan pada infrastruktur jaringan dan pusat data (data center). Sejalan dengan pertumbuhan net income yang terbatas, Earnings Per Share (EPS) perseroan naik tipis menjadi Rp107,50 dari sebelumnya Rp105,72 pada 1H tahun lalu.
Meskipun bottom-line growth tergolong flat, konsensus analis masih menunjukkan sentimen yang sangat positif terhadap emiten ini. Konsensus mencatat 34 rekomendasi Buy, 6 Hold, dan tanpa adanya rekomendasi Sell. Kepercayaan pasar ini didukung oleh posisi TLKM sebagai market leader di sektor telekomunikasi Indonesia yang memiliki karakteristik bisnis defensif dengan arus kas (cash flow) yang kuat.
Pada tingkat harga saham yang berada di kisaran Rp2.620, valuasi TLKM dinilai cukup atraktif bagi investor jangka panjang. Konsensus memproyeksikan BEst EPS untuk FY 2026 berada di level Rp204,59. Angka ini mencerminkan ekspektasi pasar terhadap pemulihan kinerja jangka menengah, terutama didorong oleh monetisasi bisnis data yang lebih baik serta efisiensi dari integrasi Fixed Mobile Convergence (FMC) antara Telkomsel dan IndiHome.
Tantangan utama bagi manajemen TLKM di paruh kedua adalah menjaga efisiensi operational expenditure (opex) dan capital expenditure (capex) agar pertumbuhan revenue dapat terkonversi lebih optimal ke laba bersih. Keberhasilan menjaga cost efficiency akan menjadi kunci utama untuk mendorong re-rating valuasi saham TLKM ke depan.