PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) membukukan lonjakan kinerja keuangan yang signifikan sepanjang paruh pertama tahun 2026. Laba bersih perseroan tercatat mencapai Rp1,7 triliun di 1H26, meroket 484% YoY. Pencapaian ini menandai rekor laba bersih tertinggi sepanjang sejarah PANI, didorong oleh akselerasi serah terima proyek di kawasan CBD PIK2.
Pendapatan usaha 1H26 tercatat sebesar Rp2,9 triliun, tumbuh 78% YoY. Jika dibedah per kuartal, momentum pertumbuhan terlihat semakin solid di 2Q26. PANI mengantongi penjualan sebesar Rp1,8 triliun pada kuartal kedua saja, naik 63% QoQ. Pertumbuhan top-line ini ditranslasikan dengan baik ke bottom-line, di mana laba bersih 2Q26 mencapai Rp1,1 triliun, mencerminkan kenaikan 89% secara QoQ.
Katalis utama di balik earnings beat ini adalah serah terima lahan di kawasan CBD PIK2 yang masif, serta peningkatan serah terima unit hunian dan produk komersial. PANI juga terus memperkuat ekspansi jangka panjang dengan mengelola land bank seluas 1.809 hektar melalui 12 entitas anak. Nilai perolehan land bank ini mencapai Rp38 triliun, yang didanai secara taktis melalui aksi korporasi berupa rights issue dan private placement.
Dari sisi balance sheet, posisi keuangan PANI berada dalam kondisi yang sangat sehat dengan net cash sebesar Rp3,9 triliun. Total ekuitas tumbuh 7% menjadi Rp33,7 triliun, memberikan financial flexibility yang solid untuk ekspansi berikutnya.
Kendati demikian, dari sisi valuasi, PANI diperdagangkan dengan premium yang cukup tinggi dibanding peers. PANI memiliki PER sebesar 33,79x dibandingkan dengan rata-rata subsektor properti yang berada di 18,12x. Sementara itu, PBV PANI tercatat sebesar 3,87x, jauh melampaui rata-rata subsektor di level 0,98x. Premium valuation ini mencerminkan ekspektasi pasar yang tinggi terhadap prospek pengembangan PIK2 ke depan.