LIVE
BTC· ETH· BNB· SOL· XRP· ADA· DOGE· USD/IDR· EUR/USD· USD/JPY· USD/SGD·
•••
R Rikopedia Research Stock Research & Market Strategy

Komoditas 2026: Ulang Kejatuhan 2008?

Bloomberg Commodity Spot Index naik 17% hingga Agustus 2026, meniru pola 2008 sebelum anjlok 29%. Apa artinya bagi pasar saham dan emas?


Ada satu pola yang sulit diabaikan: Bloomberg Commodity Spot Index naik sekitar 17% hingga 7 Agustus 2026 — hampir identik dengan trajektorinya di 2008, tepat sebelum indeks yang sama rontok 29% di paruh kedua tahun itu.

Bukan kebetulan biasa. Pola pumped-then-dumped ini terjadi dua kali dengan struktur yang nyaris sama: lonjakan tajam di awal tahun, didorong sektor energi, lalu sell-off besar yang mengikuti. Di 2008, crude oil membentuk puncak bersejarah di Q1 sebelum memulai tren lower-lows yang panjang. Di 2026, minyak mentah kembali membentuk lower high di Q1 dibanding puncak 2008 — sinyal yang sama.

Natural gas dan emas juga mengikuti skrip yang mirip: keduanya mengalami pump di Q1, lalu dump setelahnya. Bedanya, emas punya cerita tersendiri yang lebih kompleks. Volatilitas tahunan emas saat ini berada di 2,1x volatilitas S&P 500 — level tertinggi sejak 2007. Ini bukan angka kecil. Ketika emas bergerak lebih liar dari ekuitas, pasar sedang dalam kondisi yang tidak normal, dan biasanya ada sesuatu yang sedang di-price in.

Pertanyaan besarnya bukan apakah komoditas akan turun, tapi apa yang bisa menahan deflasi komoditas di 2H 2026? Kalau tidak ada katalis yang cukup kuat, tekanan deflasi dari sisi komoditas bisa menjadi beban serius bagi pasar saham — terutama di tahun midterm election yang secara historis penuh tekanan politik. Trump punya kepentingan besar agar pasar tidak jatuh sebelum November, tapi pergeseran struktural AS sebagai net exporter energi justru menambah tekanan suplai ke harga komoditas global.

Volatilitas secara keseluruhan masih mendekati multidecade lows relatif terhadap emas dan crude oil — artinya pasar derivatif belum sepenuhnya merefleksikan risiko yang sedang terakumulasi. Ini bisa menjadi setup yang berbahaya jika terjadi shock mendadak.

Paralel 2008 bukan prediksi pasti. Tapi ketika struktur, timing, dan magnitude pergerakan semua berbicara hal yang sama, mengabaikannya butuh alasan yang sangat kuat.