LIVE
BTC· ETH· BNB· SOL· XRP· ADA· DOGE· USD/IDR· EUR/USD· USD/JPY· USD/SGD·
•••
R Rikopedia Research Stock Research & Market Strategy

Laba CPIN Anjlok 56% QoQ, Masihkah Layak Koleksi?

Setelah mencetak rekor fantastis pada kuartal pertama, kinerja keuangan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) mulai mengalami normalisasi pada 2Q26. Laba bersih tercatat sebesar Rp1,1 triliun, merosot 56% secara quarter-on-quarter (qoq). Meskipun demikian, secara kumulatif, laba bersih 1H26 yang mencapai Rp3,7 triliun (+95% yoy) tetap melampaui ekspektasi pasar, mencakup sekitar 59% dari estimasi setahun penuh.

Penurunan kinerja secara kuartalan ini utamanya dipicu oleh penyusutan margin di sektor mid-stream. Total operating margin (OPM) terpangkas menjadi 3,9% pada 2Q26 dibandingkan dengan 10,5% pada kuartal sebelumnya. Tekanan ini bersumber dari kenaikan harga bahan baku impor serta penurunan average selling price (ASP) pada segmen livebird dan Day Old Chicken (DOC).

Menariknya, segmen feed (pakan ternak) kembali membuktikan perannya sebagai backbone bisnis CPIN. Pendapatan dari pakan ternak tumbuh 7% qoq (+28% yoy) dengan kenaikan OPM menjadi 8,1%. Hal ini mencerminkan pricing power CPIN yang kuat untuk melakukan pass-on kenaikan biaya input ke konsumen, atau fleksibilitas mereka dalam mengoptimalkan penggunaan bahan baku substitusi jagung.

Sebaliknya, segmen DOC mencatatkan operating loss dengan OPM minus 3,8% akibat kejatuhan harga jual di tengah kenaikan biaya produksi. Sementara itu, segmen livebird (LB) hanya mampu mencetak margin tipis sebesar 0,6%. Normalisasi juga terjadi pada bisnis processed food pasca-musim perayaan di kuartal pertama, di mana marginnya turun tajam menjadi 3,1% dari sebelumnya 15,6%.

Meski kuartal kedua diwarnai margin pressure, prospek CPIN ke depan dinilai masih cukup solid. Pemulihan harga unggas secara musiman dan resiliensi margin dari lini pakan diproyeksikan akan menopang profitabilitas di sisa tahun ini. Risiko utama yang perlu dicermati investor adalah volatilitas harga komoditas bahan baku global dan kelanjutan program makanan bergizi gratis (MBG) yang berpotensi menjadi katalis sektoral.

Dengan target price di Rp5.900, saham CPIN saat ini diperdagangkan pada valuasi yang menarik, mencerminkan target EV/EBITDA sebesar 10,2x atau setara P/E 15,4x untuk FY26F. Bagi investor dengan horizon investasi jangka menengah, koreksi harga akibat normalisasi laba kuartalan ini justru bisa menjadi kesempatan akumulasi yang menarik.