LIVE
BTC· ETH· BNB· SOL· XRP· ADA· DOGE· USD/IDR· EUR/USD· USD/JPY· USD/SGD·
•••
R Rikopedia Research Stock Research & Market Strategy

MAPI: Sports Direct Ekspansi, Tapi Upside Terbatas

MAPI akuisisi Sports Direct Malaysia senilai US$150 juta, SSSG melambat ke 3,3%. Dengan target harga Rp1.550, upside dari level saat ini sangat tipis.


Mitra Adiperkasa (MAPI) baru saja merampungkan briefing kinerja kuartal kedua 2026, dan ada dua hal yang layak dicermati secara bersamaan: akuisisi Sports Direct Malaysia yang cukup ambisius, dan SSSG yang mulai kehilangan momentum.

SSSG normalized 2Q26 tercatat di 3,3% — melambat dari basis 1Q26 yang relatif tinggi. Angka ini bukan bencana, tapi cukup untuk menggambarkan bahwa pertumbuhan organik mulai menemui resistensi. Traffic secara umum masih stabil, dan beberapa brand seperti Adidas, Alo, serta M&S masih outperforming. Starbucks pun terus recovery dari basis yang rendah. Tapi secara keseluruhan, mesin pertumbuhan same-store sudah tidak sekencang sebelumnya.

Di sisi inorganik, MAPA — anak usaha MAPI — mengakuisisi Sports Direct Malaysia senilai US$150 juta, dibayar cicil selama 5 tahun. Pembayaran awal US$30 juta sudah didanai lewat utang jangka pendek, sementara sisanya akan ditutup dari cash flow Sports Direct Malaysia sendiri dan kas internal MAP. Dengan penjualan tahunan Sports Direct Malaysia yang diklaim di atas US$100 juta, struktur pembiayaan ini tergolong konservatif — tidak membebani neraca secara agresif.

Secara regional, akuisisi ini melengkapi jejak MAPA di Indonesia, Thailand, Vietnam, dan Filipina. Vietnam mulai rebound, Filipina dan Malaysia menjadi growth market utama, sementara Singapura sedang dalam fase rasionalisasi. Strategi M&A MAPI sendiri tetap fokus pada akuisisi aset toko dan inventori — bukan akuisisi perusahaan operasional secara penuh. Pendekatan ini lebih capital-light dan minim risiko integrasi.

Dari sisi manajemen inventori, ada perkembangan positif: inventory days MAPI turun ke 111 hari, jauh di bawah guidance ~126 hari. Aged inventory berada di 24%, dan manajemen menilai risiko diskon besar-besaran di 2H26 relatif terbatas. Ini penting karena margin compression dari clearance sale adalah skenario yang paling dihindari di sektor retail.

Guidance FY26 dipertahankan: pertumbuhan penjualan high-single-digit untuk MAPI dan MAPA, gross margin 39–40% untuk MAPI, dan EBIT margin sekitar 9%. Proyeksi EPS 2026 ada di Rp141, naik dari Rp135 di 2025, dengan trajectory yang terus meningkat hingga Rp217 di 2030E. Net debt pun terus menyusut — dari Rp4,6 triliun di 2023 menjadi proyeksi net cash Rp894 miliar di 2028E. Balance sheet sedang dalam proses perbaikan yang konsisten.

Tapi dengan harga saham di Rp1.510 dan target harga Rp1.550 — yang ditetapkan berdasarkan mandatory tender offer price oleh CVC — upside yang tersisa hanya sekitar 2,6%. Rating Neutral mencerminkan kondisi ini dengan tepat: bukan saatnya agresif masuk, tapi juga tidak ada alasan mendesak untuk keluar. Free float yang saat ini hanya 13% juga membuat likuiditas terbatas, meski ada target untuk mengembalikannya ke 20% dalam dua tahun ke depan.

Pada valuasi P/E 10,7x untuk 2026E dan EV/EBITDA 4,0x, MAPI tidak terlihat mahal secara absolut. Tapi dengan upside yang sudah terpangkas oleh level MTO, katalis jangka pendek yang bisa mendorong re-rating signifikan memang sulit ditemukan — kecuali ada akselerasi SSSG yang lebih kuat dari ekspektasi, atau Sports Direct Malaysia tumbuh lebih cepat dari perkiraan.