LIVE
BTC· ETH· BNB· SOL· XRP· ADA· DOGE· USD/IDR· EUR/USD· USD/JPY· USD/SGD·
•••
R Rikopedia Research Stock Research & Market Strategy

MDKA: Kinerja Operasional Q226 Buka Ruang Upside Earnings

Kinerja operasional Merdeka Copper Gold (MDKA) pada kuartal kedua 2026 (Q226) menunjukkan indikasi positif dengan tren pemulihan pada segmen emas dan tembaga, sementara segmen nikel bergerak sesuai ekspektasi. Capaian ini membuka ruang bagi potensi upside terhadap estimasi earnings penuh tahun 2026.

Di segmen nikel melalui PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), volume produksi yang solid berhasil memitigasi dampak dari pricing headwinds. Meskipun margin smelter sedikit tertekan akibat kenaikan biaya input, output bijih nikel (nickel ore) serta margin operasionalnya tetap kokoh. Produksi MBMA secara keseluruhan masih berada dalam jalur yang tepat untuk mencapai target tahunan.

Untuk unit emas, proyek Tujuh Bukit (TB Gold) dan proyek Pani mencatatkan pertumbuhan produksi yang stabil secara kuartalan (QoQ). TB Gold berhasil membukukan cash margin di atas estimasi awal, meskipun harga emas melemah tipis pada Q226. Sementara itu, proyek Pani masih berada dalam fase awal production ramp-up. Kontribusi volume dari Pani pada H126 baru merepresentasikan sekitar 16% dari proyeksi setahun penuh, karena pola produksi yang bersifat back-end loaded di H226 seiring dengan peningkatan mining rates dan gold recovery.

Di sektor tembaga, Wetar Copper menunjukkan volatilitas produksi yang biasa terjadi. Namun, berkat realisasi harga tembaga yang lebih tinggi, cash margin Wetar mampu melampaui estimasi awal dengan volume produksi dan penjualan H126 yang tetap in line.

Memasuki paruh kedua 2026 (H226), beberapa katalis penting patut diperhatikan. Persetujuan revisi kuota tambang nikel (RKAB) untuk MBMA saat ini sedang dalam proses regulasi. Selain itu, proyek tembaga lainnya, TB Copper, tengah bersiap masuk ke tahap pengembangan berikutnya setelah menyelesaikan pre-feasibility study.

Manajemen MDKA mempertahankan guidance operasional untuk tahun 2026 dengan penyesuaian minor pada asumsi biaya energi dan bahan baku. Target produksi emas Pani diproyeksikan mencapai 100-115koz dengan cash cost sebesar US$0,9-1,1k/oz, sedangkan TB Gold ditargetkan menghasilkan 80-90koz dengan estimasi biaya US$1,2-1,3k/oz.

Secara keseluruhan, valuasi MDKA didukung oleh transisi menuju fase earnings turnaround yang didorong oleh peningkatan kontribusi dari Pani dan MBMA. Seiring dengan tercapainya kemandirian finansial proyek-proyek baru ini melalui pertumbuhan EBITDA, potensi re-rating pada forward PE MDKA menjadi semakin terbuka. Rekomendasi Buy dipertahankan dengan target harga berbasis Sum-of-the-Parts (SOTP) sebesar Rp3.900 per saham.