LIVE
USD/IDR· UST10Y· KURVA 10Y-2Y· EMAS· EMAS/gr· PERAK· TEMBAGA· EUR/USD· USD/JPY· USD/CNY· BTC· ETH·
•••
R Rikopedia Research Stock Research & Market Strategy

Mitratel (MTEL): Peluang Valuation Rerating dan Capex 5G

PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) membukukan EBITDA sebesar Rp1,99 triliun pada 2Q26, tumbuh flat secara tahunan namun 2% di atas estimasi konsensus. Secara akumulatif, EBITDA 1H26 telah mencapai 48% dari target full year, sejalan dengan pola historis perseroan. Meskipun kinerja operasional berada dalam jalur yang tepat, harga saham saat ini di Rp446 mencerminkan ekspektasi pertumbuhan jangka panjang yang sangat tertekan, yaitu hanya 0,5–1% berdasarkan kalkulasi reverse DCF.

Tenancy ratio MTEL tercatat stabil secara kuartalan di level 1,57x, naik 4 bps yoy. Jumlah tenancies tumbuh 5% yoy, meskipun dampaknya terhadap pendapatan tergerus oleh penurunan rata-rata lease rate sebesar 3% menjadi sekitar Rp10,4 juta. Di sisi lain, lini bisnis fiber optic terus menunjukkan akselerasi dengan kontribusi mencapai ~7% dari total pendapatan konsolidasi.

Manajemen mempertahankan panduan pertumbuhan pendapatan dan EBITDA FY26 di kisaran 1,2%. Penambahan tenancy diperkirakan menguat tajam pada 2H26, dengan target ~1.700 penambahan baru dibanding 780 pada 1H26. Selesainya lelang spektrum 700MHz dan 2,6GHz menjadi katalis utama bagi operator seluler (MNOs) untuk mengeksekusi ekspansi jaringan 5G. Rencana alokasi capex ISAT senilai Rp10 triliun untuk jaringan 5G tahun ini menjadi indikator kuat bagi peningkatan permintaan infrastruktur menara dan FTTT (fiber-to-the-tower).

Dinamika industri menara saat ini masih lebih memihak posisi MNOs. Kondisi tersebut menekan lease rates dan memicu kompresi return on capital. ROIC MTEL saat ini tercatat berada di bawah WACC, sementara TOWR berada di titik parity. Ketidakseimbangan ini memperbesar probabilitas terjadinya konsolidasi di tingkat industri. Konsolidasi sektor menara berpotensi memulihkan pricing power para towercos, memicu positive earnings revision, serta mendorong valuation rerating secara signifikan.

Dengan rasio valuasi yang tergolong murah di 6,7x 2027E EV/EBITDA, saham MTEL menawarkan risk-reward profile yang menarik. Target price berada di level Rp790 per saham, didorong oleh upside optionality dari siklus capex 5G dan prospek konsolidasi industri.