LIVE
BTC· ETH· BNB· SOL· XRP· ADA· DOGE· USD/IDR· EUR/USD· USD/JPY· USD/SGD·
•••
R Rikopedia Research Stock Research & Market Strategy

Pasar Global 2026: Broadening Out atau Jebakan?

Selama dua tahun terakhir, narasi pasar global nyaris seragam: beli US tech, beli AI hyperscalers, dan abaikan sisanya. Tapi pertengahan 2026 ini ceritanya mulai bergeser — dan pergeseran itu cukup signifikan untuk diperhatikan.

Profit growth global memang masih dipimpin AS, tapi yang menarik adalah broadening out yang sedang terjadi. Emerging markets — terutama Taiwan dan Korea Selatan — sudah lebih dulu menikmati spillover dari AI boom via rantai pasok semikonduktor. Kini giliran Eropa. MSCI Europe diproyeksikan membukukan earnings growth sekitar 18% year-on-year untuk 2026, level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Revisi earnings-nya pun berada di five-year high, tersebar merata di energi, financials, dan industrials. Untuk pasar yang dua tahun terakhir nyaris zero growth, ini perubahan yang cukup drastis.

Yang membuat Eropa menarik bukan hanya angkanya, tapi juga konteksnya: valuasi starting point-nya lebih rendah, ekspektasinya sudah terlanjur ditekan, dan market-nya tidak terlalu crowded di AI trade. Dalam bahasa sederhana, Eropa bisa jadi anti-bubble — pasar yang justru menarik karena diabaikan terlalu lama.

Di Asia, earnings season Q2 secara keseluruhan solid. Korea dan Taiwan cetak profit growth kuat dari AI memory dan hardware. Tapi ada ironi menarik: meski fundamentalnya bagus, MSCI Korea masih turun sekitar 20% dalam basis Q3-to-date sebelum rebound terakhir. Pasar khawatir soal konsentrasi index di segelintir nama tech besar dan durabilitas capex AI. Sebaliknya, China justru outperform dengan gain sekitar 10% quarter-to-date, didorong oleh rally di e-commerce, healthcare, dan materials. Rotasi ini mengingatkan bahwa earnings yang bagus tidak selalu langsung tercermin di harga — timing dan sentiment tetap matter.

Satu sektor yang diam-diam menulis comeback story adalah healthcare. Setelah start yang berat di awal 2026, sektor ini perform baik sepanjang musim panas. Beberapa faktor yang mendukung: kekhawatiran soal drug pricing policy dari Washington mulai mereda, dealmaking pharma kembali akseleratif (sekitar USD 60 miliar sudah di-deploy via akuisisi year-to-date), dan pipeline produk yang solid. Forward P/E sektor healthcare di AS sekitar 17x — bukan murah secara absolut, tapi relatif menarik setelah de-rating yang terjadi. Bagi investor yang mulai tidak nyaman dengan konsentrasi di AI/tech trade, healthcare menawarkan defensiveness sekaligus potensi upside dari dealmaking.

Di sisi macro, kondisi rate AS sedikit lebih dovish dari yang dikhawatirkan. Core CPI Juli turun ke 2.5% year-on-year, dengan three-month annualized rate hanya 1.7%. Data labor juga melunak — payroll growth di bawah ekspektasi, dan meski unemployment rate turun ke 4.1%, itu lebih karena partisipasi yang menurun bukan karena pasar kerja yang benar-benar ketat. Kombinasi ini membuat probabilitas rate hike September turun signifikan. Untuk pasar, ini berarti volatility bisa lebih terjaga dalam jangka pendek — meski backdrop geopolitik yang kompleks tetap jadi wildcard.

Satu risiko yang belum banyak dibahas adalah El Niño. Proyeksi terbaru menunjukkan Relative Oceanic Niño Index bisa mendekati 2°C di H2 2026 — sinyal El Niño yang sangat kuat. Kombinasi dengan disruption di Selat Hormuz yang sudah menekan harga energi dan pupuk, potensi lonjakan food inflation di emerging markets bisa jadi headwind yang underestimated. Bagi EM yang sedang menikmati ruang easing moneter, ini risiko yang perlu dipantau ketat.

Secara keseluruhan, opportunity set global memang sedang melebar. Tapi "broadening out" bukan berarti semua naik bersamaan tanpa risiko. Rotasi sedang terjadi, dan investor yang masih all-in di satu tema mungkin perlu mulai melihat ke arah yang selama ini diabaikan.