Data ketenagakerjaan AS bulan Juli keluar jauh lebih lemah dari yang diantisipasi pasar. Payrolls turun 23.000, padahal konsensus memproyeksikan kenaikan sekitar 80.000. ADP private payroll growth juga hanya mencatatkan 44.000 — angka yang mengonfirmasi pelambatan di pasar tenaga kerja, bukan sekadar anomali satu bulan. Data bulan-bulan sebelumnya pun direvisi ke bawah.
Ironisnya, pasar saham justru merespons positif. Logikanya sederhana: data lemah = ekspektasi rate hike Fed memudar. Probabilitas kenaikan suku bunga September langsung turun dari 55% ke sekitar 42%. U.S. 10-year yield ikut terkoreksi dari 4,74% ke 4,64%, yang memberi ruang bagi equities untuk bergerak naik. Nasdaq mencatatkan performa mingguan terbaiknya sejak April, didorong kombinasi earnings yang solid dan euforia AI yang belum juga mereda.
Menariknya, kondisi ini bukan berarti ekonomi AS sedang runtuh. U.S. Manufacturing PMI naik ke 55,6 — level tertinggi sejak Mei 2022 — sementara Services PMI tetap di 54,1, masih dalam zona ekspansi yang nyaman. Artinya, aktivitas bisnis secara keseluruhan masih resilient. Yang melemah adalah penyerapan tenaga kerja dan job openings, bukan output-nya. Ini memberi narasi yang cukup nyaman bagi Fed untuk menunda kenaikan suku bunga tanpa terlihat sedang membiarkan inflasi lepas kendali.
Di luar AS, rally-nya merata. STOXX Europe 600 naik 1,7%, Nikkei 225 naik 1,9%, China CSI 300 bahkan naik 2,3%. Sentimen risk-on menyebar ke seluruh kelas aset — high-yield credit ikut outperform, sementara Treasuries rally seiring penurunan yield.
Yen kembali melemah melampaui JPY 158 per USD, membalikkan sebagian efek intervensi terkoordinasi AS-Jepang dari minggu sebelumnya. Ini menjaga tekanan pada Bank of Japan, yang oleh pasar sudah diantisipasi akan menaikkan suku bunga paling cepat September — bersamaan dengan momen ketika Fed justru diperkirakan mulai menahan diri.
Emas menjadi salah satu pemenang terbesar pekan ini. Kombinasi penurunan yield, pelemahan dolar, dan harapan dibukanya kembali Selat Hormuz mendorong emas ke level tertinggi dalam dua bulan terakhir, dengan kinerja mingguan terbaik dalam tujuh bulan. Ketika pasar saham rally dan emas juga ikut naik bersamaan, biasanya itu sinyal bahwa uncertainty di latar belakang masih cukup tinggi — investor tidak sepenuhnya yakin dengan satu narasi saja.
Yang perlu diperhatikan ke depan: apakah pelemahan payrolls ini akan berlanjut, atau hanya temporary soft patch. Jika angka Agustus juga mengecewakan, ekspektasi rate cut bisa mulai masuk ke dalam pricing — dan itu akan mengubah dinamika pasar secara lebih signifikan.