PBOC melakukan injeksi likuiditas $52 miliar via overnight reverse repo — pertama kali di pertengahan bulan. Yield obligasi 10 tahun China anjlok ke 1,68%.
People's Bank of China (PBOC) mengeksekusi langkah yang belum pernah dilakukan sebelumnya: injeksi likuiditas di pertengahan bulan melalui mekanisme overnight reverse repos senilai 348 miliar yuan atau sekitar $52 miliar. Ini bukan operasi rutin — ini sinyal kebijakan yang jelas.
Dampaknya langsung terasa di pasar obligasi. Yield obligasi pemerintah China tenor 10 tahun turun ke 1,68%, level terendah sejak Juli 2025. Ketika bank sentral menyuntikkan likuiditas sebesar ini ke sistem perbankan, permintaan terhadap aset aman seperti obligasi pemerintah naik, dan yield pun tertekan turun secara alami.
Yang menarik bukan hanya besarannya, tapi timingnya. Operasi di pertengahan bulan adalah yang pertama dalam sejarah PBOC. Biasanya, injeksi semacam ini dilakukan di awal atau akhir bulan untuk mengelola kebutuhan likuiditas sistem perbankan. Keputusan untuk melakukannya di tengah bulan mengisyaratkan ada tekanan likuiditas yang lebih mendesak dari yang terlihat di permukaan — atau PBOC sedang secara aktif mendorong kondisi keuangan yang lebih longgar (easing financial conditions) sebagai respons terhadap dinamika ekonomi yang sedang berjalan.
Dari perspektif pasar obligasi, yield 1,68% untuk tenor 10 tahun adalah angka yang sangat rendah secara historis. Ini mencerminkan kombinasi antara ekspektasi pertumbuhan yang moderat, inflasi yang terkendali, dan stance kebijakan PBOC yang akomodatif. Bagi investor obligasi yang sudah masuk lebih awal, ini adalah capital gain yang signifikan. Tapi bagi yang baru masuk sekarang, risk-reward-nya perlu dipertimbangkan lebih hati-hati — ruang penurunan yield lebih lanjut semakin sempit.
Implikasi yang lebih luas: langkah PBOC ini memperkuat narasi bahwa China sedang dalam mode stimulus. Likuiditas yang melimpah di sistem perbankan pada akhirnya akan mencari jalan keluar — ke obligasi, ekuitas, atau sektor riil. Pasar saham China dan aset-aset terkait patut dicermati dalam beberapa pekan ke depan sebagai indikator apakah likuiditas ini benar-benar mengalir ke aktivitas ekonomi atau hanya parkir di instrumen keuangan.
Bagi investor global, divergensi kebijakan antara PBOC yang melonggar dan bank sentral lain yang masih dalam mode higher-for-longer menciptakan dinamika carry trade dan alokasi aset yang kompleks. Yuan yang tertekan akibat suku bunga rendah bisa menjadi variabel tambahan yang perlu diperhitungkan.