Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) sedang memasuki fase transisi operasional yang krusial. Meskipun kinerja jangka pendek tertekan oleh normalisasi operasi akibat penurunan ore grade dan penundaan penjualan emas pada 2Q26, prospek jangka panjang emiten tambang ini tetap ditopang oleh ekspansi kapasitas dan proyek tambang bawah tanah (underground mining).
Proyek Poboya Underground menjadi katalis utama (growth driver) yang diperkirakan mulai menghasilkan first ore pada 2H27. Tambang bawah tanah ini akan menghasilkan bijih emas dengan grade yang lebih tinggi (3.5 - 5.0 g/t), yang secara signifikan akan meningkatkan produksi emas sekaligus menekan cash cost produksi. Selain itu, ekspansi Carbon-in-Leach (CIL) sebesar 2.000 TPD dijadwalkan mulai beroperasi pada 4Q26 untuk mendongkrak kapasitas pengolahan. Aset lain seperti Dairi Prima Mineral (timbal-seng) dan Gorontalo Minerals (emas-tembaga) memberikan diversifikasi komoditas yang belum sepenuhnya terefleksi dalam valuasi saat ini.
Dari sisi pergerakan dana, terdapat akumulasi asing yang konsisten dengan net buy sebesar Rp92,4 miliar dalam kurun waktu 20 hari perdagangan terakhir. Kepemilikan institusi tercatat stabil di level 40,15%. Konsensus analis mayoritas bersikap optimis dengan 87,5% memberikan rating Buy. Average target price konsensus berada di Rp718, mencerminkan upside potential sebesar +23,8% dari harga penutupan di Rp580. Beberapa sekuritas seperti Mirae Asset menetapkan target harga di Rp760, disusul BRI Danareksa di Rp700, sementara UBS bersikap netral dengan target Rp695.
Secara teknikal, pergerakan harga BRMS membentuk pola ascending triangle dengan struktur rising bottom yang solid. Indikator momentum menunjukkan sinyal pembalikan arah dengan MACD yang bergerak bullish dan Stochastic RSI yang membentuk pola golden cross. Area support level terdekat berada di kisaran Rp520 hingga Rp480, yang dapat dijadikan area akumulasi dengan strategi buy on support. Sementara itu, level Rp600 menjadi resisten psikologis terdekat, di mana keberhasilan menembus area ini dengan volume surge yang kuat akan membuka ruang penguatan menuju Rp640 hingga Rp720.