Di pasar saham, analisa menentukan arah — tapi money management menentukan apakah akun kita selamat ketika arah itu ternyata salah.
Dua trader membeli saham yang sama di harga yang sama. Keduanya memasang cut loss 5%. Trader pertama menaruh 15% modal. Trader kedua menaruh 80% modal karena merasa sangat yakin. Ketika harga turun 5%, kualitas analisanya sama-sama salah. Namun dampak terhadap akun sangat berbeda: trader pertama hanya kehilangan sekitar 0,75% modal, sedangkan trader kedua kehilangan sekitar 4% modal sebelum memperhitungkan biaya dan slippage.
Perbedaan itu terlihat kecil jika hanya terjadi sekali. Masalah muncul ketika pasar memberi tiga atau empat kesalahan beruntun. Trader pertama masih tenang dan mampu mengambil peluang berikutnya. Trader kedua mulai mengejar kerugian, memperbesar posisi, memindahkan stop, atau memakai margin. Kesalahan analisa berubah menjadi kerusakan psikologis, lalu kerusakan psikologis berubah menjadi kerusakan akun.
---
Risiko dan return adalah dua sisi yang tidak bisa dipisahkan
Dalam berinvestasi, masyarakat hendaknya tidak hanya tergiur keuntungan (return) yang bakal diterima. Sebab, di balik keuntungan ada risiko (risk) kerugian (loss) yang bisa ditimbulkan. Risiko dan keuntungan adalah dua hal yang tipis sekali batasnya. Keduanya merupakan komponen yang melekat erat pada setiap jenis investasi.
Semakin besar potensi keuntungan, pada umumnya semakin besar pula risiko yang ditimbulkan. Investasi saham menjanjikan hasil sekaligus risiko yang besar — high-risk and high-return. Karena itu, mengelola risiko investasi saham menjadi kata kunci untuk memperoleh keuntungan.
---
Investor sukses bukan yang berani mengambil risiko
Para investor yang sukses berinvestasi saham, tentu bukanlah mereka yang berani mengambil risiko menanggung kerugian. Sebaliknya, mereka adalah orang-orang yang berhasil dengan cermat mengelola risiko untuk mengubahnya menjadi keuntungan.
Investor rasional diperlukan untuk menghindari perdagangan yang hanya bersifat spekulatif. Investor yang tidak fokus dan cenderung emosional akan sangat rentan mengambil keputusan investasi yang buruk. Investor seharusnya menyadari adanya trade-off antara keuntungan dan risiko investasi.
---
Informasi akuntansi bisa memprediksi risiko
Buku Prediksi Risiko Investasi Saham — Pendekatan Decision Usefulness menunjukkan bahwa prediksi risiko investasi dapat dilakukan dengan memanfaatkan informasi akuntansi yang tersaji dalam laporan keuangan.
Variabel akuntansi sebagai faktor yang bersumber dari dalam perusahaan berpengaruh terhadap risiko investasi saham (β). Semakin tinggi return on investment (ROI), semakin rendah risiko investasi saham. ROI mengukur efektivitas manajemen perusahaan berdasarkan return yang dihasilkan atas total aktiva. Tingginya ROI mengindikasikan perusahaan dalam kondisi yang profitable — dan kondisi ini secara logika mengindikasikan semakin rendahnya risiko investasi saham.
---
Position size adalah filter pertama
Sebelum membahas indikator teknikal atau setup chart, position size adalah filter pertama yang menentukan apakah sebuah kesalahan analisa akan menjadi kerugian kecil atau kerusakan akun.
Dua trader dengan analisa yang sama bisa mengakhiri dengan nasib yang berbeda — bukan karena salah satu lebih pintar, tapi karena salah satu lebih disiplin dalam menentukan ukuran posisi.
---
Penutup
Pasar akan selalu berubah. Regime akan berganti. Setup akan gagal. Tapi proses yang dijalankan dengan disiplin — termasuk position sizing yang ketat — dalam jangka panjang adalah satu-satunya hal yang memisahkan trader yang bertahan dari yang tidak.
— Rikopedia