LIVE
BTC· ETH· BNB· SOL· XRP· ADA· DOGE· USD/IDR· EUR/USD· USD/JPY· USD/SGD·
•••
R Rikopedia Research Stock Research & Market Strategy

S&P 500 Mulai Lelah, BBRI & DEWA Siap Rebound?

Pasar global sedang berada di persimpangan jalan. S&P 500 berhasil rebound tipis 1,05% secara mingguan ke level 7.489,72 setelah terdorong rilis kinerja kuartalan raksasa teknologi seperti Microsoft dan Amazon. Namun, kenaikan ini belum sepenuhnya meyakinkan. Secara teknikal, indeks masih terjebak dalam consolidation range yang membentuk rectangle pattern. Indikasi pelemahan momentum jangka pendek terlihat jelas dari moving average crossover, di mana EMA 21-hari memotong ke bawah SMA 50-hari. Selama S&P 500 tidak mampu bertahan di atas support krusial 7.250, bayang-bayang koreksi lanjutan masih akan menghantui.

Di tengah ketidakpastian makro global ini, beberapa saham di pasar domestik justru memperlihatkan setup teknikal yang cukup menarik untuk dicermati:

  • BBRI: Menguji Downtrend Line
    Saham BBRI menunjukkan tanda-tanda akumulasi setelah berhasil memantul dari area support penting di level 2.910, yang bertepatan dengan 38.2% Fibonacci retracement. Aksi beli ini berpotensi membawa BBRI menguji downtrend resistance line di kisaran 3.060. Jika mampu melakukan breakout dengan volume yang solid, struktur higher-high akan terbentuk. Skenario bullish ini membuka jalan bagi BBRI untuk mengejar target pola symmetrical triangle di area 3.800. Batasi risiko jika harga kembali melemah di bawah 2.850.
  • DEWA: Konfirmasi Siklus Wave Baru
    Saham DEWA menunjukkan perubahan momentum yang agresif setelah berhasil menembus EMA 200-hari dan descending channel resistance di level 406. Secara struktur Elliott Wave, pergerakan ini mengindikasikan selesainya Wave [iv] di level 430, dan kini DEWA tengah memulai fase impulsif Wave [v] dari Wave 3. Selama area breakout bertahan, target terdekat berada di 555 hingga 620, dengan potensi jangka panjang menuju target pola cup-with-handle di level 705. Level pengaman (stop-loss) dapat ditempatkan di bawah 428.

Secara regional, rotasi sektor juga mulai terlihat di pasar tetangga. Di Malaysia, saham berbasis teknologi seperti SNS Network mulai membangun basis di atas SMA 200-hari. Sementara di Vietnam, FRT mencatatkan lonjakan volume signifikan yang menembus tren turun jangka panjangnya. Dinamika ini menunjukkan bahwa meskipun indeks global cenderung berkonsolidasi, peluang taktis (tactical trading) masih sangat terbuka di pasar Asia Tenggara.