LIVE
BTC· ETH· BNB· SOL· XRP· ADA· DOGE· USD/IDR· EUR/USD· USD/JPY· USD/SGD·
•••
R Rikopedia Research Stock Research & Market Strategy

Sinyal Rebound TLKM: Cuan Dividen di Tengah Beban Capex?

Kinerja kuartal kedua (2Q26) PT Telkom Indonesia (TLKM) menunjukkan dinamika menarik. Di satu sisi, pemulihan mobile ARPU (Average Revenue Per User) Telkomsel masih berjalan mulus, terdorong oleh momentum World Cup yang mengerek ARPU ke level Rp46 ribu (+11,6% yoy). Namun di sisi lain, TLKM harus membayar mahal untuk investasi masa depan dan efisiensi operasional.

Langkah bersih-bersih pelanggan non-performing di IndiHome berujung pada pemangkasan 1,2 juta pelanggan. Keputusan ini memicu one-off cost adjustment sebesar Rp230 miliar di 2Q26. Meski menekan profitabilitas jangka pendek, strategi ini rasional untuk menjaga kualitas revenue dan stabilitas margin ke depan, ketimbang terjebak perang harga di segmen low-end fixed broadband.

Tantangan riil TLKM saat ini bergeser ke pos belanja modal. Akuisisi spektrum baru 100MHz memaksa Telkomsel mengerek proyeksi capex-to-revenue (C2R) FY26 menjadi 15% (dari sebelumnya 11-12%). Dengan biaya lisensi tahunan sekitar Rp800 miliar dan biaya di muka (upfront fee) sebesar Rp1,2 triliun, beban D&A (depreciation and amortization) dipastikan membengkak mulai 2027. Hal ini memicu penyesuaian proyeksi core net profit untuk tahun 2027-2028 sebesar 1,4% hingga 1,6%.

Meski target harga (TP) disesuaikan turun menjadi Rp3.700 per lembar saham, tesis investasi TLKM tetap solid. Emiten telekomunikasi pelat merah ini sekarang diperdagangkan pada 3,9x 12M fwd EV/EBITDA, posisi atraktif yang berada 2,1 standar deviasi di bawah rata-rata historis 5 tahunnya. Selain valuasi yang murah, daya tarik utama TLKM ada pada potensi dividend yield yang tebal di kisaran 7,8% hingga 8,2% untuk periode FY27-28F.

Katalis positif jangka pendek akan bergantung pada keberhasilan inisiatif value-unlocking. TLKM menargetkan finalisasi kemitraan strategis untuk pusat data (data centre) dengan rencana divestasi porsi saham sebesar 50-70% serta milestone kelanjutan Infraco pada akhir tahun ini. Jika eksekusi monetisasi aset ini berjalan mulus, ruang re-rating valuasi TLKM masih terbuka lebar.