SPR AS tinggal 298,7 juta barel—terendah sejak 1983. Mekanisme refill-nya bisa jadi tekanan inflasi serius di 2027, dan pasar obligasi sudah mulai bereaksi.
Cadangan minyak strategis Amerika Serikat (Strategic Petroleum Reserve / SPR) kini tinggal 298,7 juta barel per 7 Agustus 2026—setara 42% dari total kapasitas resmi 714 juta barel. Ini level terendah sejak Januari 1983, lebih rendah dari titik terdalam saat pelepasan besar-besaran terkait perang Ukraina di 2022.
Sejak 28 Februari 2026, ketika konflik dengan Iran mulai memanas, AS telah menarik 117 juta barel dari SPR dengan laju sekitar 1 juta barel per hari selama empat bulan. Untuk konteks: pelepasan terkait Ukraina di 2022 mencapai 180 juta barel, tapi dilakukan dalam periode yang jauh lebih panjang. Laju kali ini jauh lebih agresif.
Harga Brent memang berhasil ditekan—dari di atas $110 di bulan Mei turun ke $88 per barel saat ini. Tapi ada biaya tersembunyi yang belum sepenuhnya diperhitungkan pasar: sebagian besar barel yang dikeluarkan bukan dijual outright, melainkan dipinjamkan melalui mekanisme DOE exchange deals ke kilang-kilang domestik. Artinya, barel-barel ini harus dikembalikan—beserta premi in-kind hingga 28%. Setiap barel yang dipinjam mewajibkan pengembalian sekitar 1,25 barel.
Di sinilah masalah 2027 mulai terbentuk. Ketika pemerintah mulai refill SPR dalam skala besar, permintaan tambahan dari pasar minyak fisik akan muncul bersamaan dengan kewajiban pengembalian barel-barel pinjaman tadi. Jika kondisi geopolitik sudah mereda dan harga minyak relatif stabil, refill tetap bisa mendorong harga ke atas—terutama jika dilakukan dalam waktu singkat untuk mengembalikan buffer ke level yang layak sebelum batas minimum statutori 252 juta barel tersentuh.
Pasar obligasi sudah mulai menghitung skenario ini. Yield US Treasury 10-tahun menyentuh 4,65%—tertinggi sejak Mei—sementara sisi pendek kurva hampir tidak bergerak. Ini bukan repricing risiko jangka pendek; ini adalah yield curve steepening yang mencerminkan ekspektasi tekanan inflasi jangka menengah. Pasar fixed income, yang biasanya lebih lambat bereaksi terhadap dinamika komoditas, rupanya sudah mulai memasukkan skenario refill 2027 ke dalam pricing.
Implikasinya cukup konkret untuk investor. Pertama, posisi di energi dan komoditas minyak masih punya katalis struktural ke depan—bukan dari supply shock semata, tapi dari demand refill yang terjadwal. Kedua, duration risk di fixed income perlu diperhatikan lebih serius; steepening yang sedang berjalan bisa berlanjut jika ekspektasi inflasi 2027 makin solid. Ketiga, untuk investor ekuitas, sektor refining domestik AS menarik dicermati—mereka yang saat ini menerima barel pinjaman DOE pada akhirnya akan menjadi pembeli di pasar terbuka saat kewajiban pengembalian jatuh tempo.
SPR yang tinggal 42% bukan sekadar angka buffer energi nasional. Mekanisme di balik pengosongannya sudah menanam benih tekanan harga yang akan panen di 2027—dan pasar obligasi, seperti biasa, lebih dulu membaca tulisan di dinding itu.