Spread tembaga LME melonjak hingga $434/ton, stok turun 42 hari berturut-turut. Supply crunch pasar copper fisik masih jauh dari selesai.
Pasar tembaga fisik sedang dalam tekanan yang tidak biasa. Front-month spread di London Metal Exchange melonjak hingga $370 per ton, sementara cash-to-three-month spread menyentuh $434 per ton — keduanya level tertinggi sejak krisis pasokan 2021. Ini bukan sekadar angka teknikal; ini sinyal bahwa kelangkaan tembaga fisik sudah sangat akut.
Struktur pasar yang terbentuk adalah massive backwardation — kondisi di mana harga penyerahan jangka pendek jauh lebih mahal dibanding kontrak satu bulan ke depan. Dalam pasar komoditas, backwardation sedalam ini biasanya mencerminkan satu hal: pasar butuh logam sekarang, bukan nanti.
Konfirmasi datang dari sisi stok. Cadangan tembaga di gudang LME telah turun selama 42 hari berturut-turut — rentetan penurunan terpanjang sejak 2014 — hingga tersisa sekitar 204.975 ton. Yang lebih mengkhawatirkan, hampir 50% dari sisa stok tersebut sudah dijadwalkan untuk penarikan. Artinya, buffer fisik yang tersedia di sistem LME semakin tipis dalam waktu dekat.
Di balik ini semua ada dinamika arbitrase yang menarik. Ekspektasi tarif impor atas refined copper di Amerika Serikat mendorong harga tembaga domestik AS melampaui harga LME. Trader dan produsen pun merespons secara rasional: mengalihkan pengiriman ke pasar AS untuk mengunci selisih harga. Hasilnya, pasokan yang seharusnya mengisi gudang LME justru mengalir ke luar sistem, memperparah squeeze yang sudah terjadi.
LME sudah memperketat kontrol pasar sebagai respons, tapi intervensi semacam ini biasanya lebih bersifat meredam volatilitas jangka pendek ketimbang menyelesaikan akar masalah pasokan. Selama aliran arbitrase ke AS masih menguntungkan dan stok terus tergerus, tekanan pada spread kemungkinan bertahan.
Untuk investor yang memiliki eksposur ke saham-saham produsen tembaga atau instrumen berbasis komoditas, kondisi backwardation ekstrem ini biasanya berdampak positif pada realisasi harga jangka pendek. Tapi perlu diperhatikan bahwa situasi ini juga meningkatkan risiko volatilitas tajam — baik ke atas maupun ke bawah — jika ada perubahan mendadak pada kebijakan tarif AS atau injeksi pasokan besar ke pasar.
Supply crunch di pasar tembaga, setidaknya untuk saat ini, masih jauh dari selesai.